facebook

Update Covid-19 Global: AS Berikan Vaksin Booster Untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: AS Berikan Vaksin Booster Untuk Anak Usia 5-11 Tahun
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Kematian harian terbanyak akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir tercatat di Amerika Serikat dengan 247 jiwa dan Brasil 221 jiwa.

Suara.com - Kasus positif Covid-19 global bertambah 819.852 kasus dalam sehari, jumlah tersebut menjadi yang terbanyak selama Mei 2022. Sementara angka kematian meningkat 1.500 jiwa.

Jerman, Amerika Serikat, dan Austria mendominasi laporan kasus positif baru. Masing-masing melaporkan 82.591 kasus, 68.831 kasus, dan 67.650 kasus.

Kematian harian terbanyak akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir  tercatat di Amerika Serikat dengan 247 jiwa dan Brasil 221 jiwa.

Dikutip dari worldometers, per Rabu (18/5/2022) pukul 07.00 WIB, total kasus Covid-19 global telah mencapai 523,76 juta dengan kematian lebih dari 6,29 juta jiwa.

Baca Juga: Menkominfo Berharap Rancangan Paket Bali Jadi Tonggak Pemulihan Ekonomi Global

AS Berikan Vaksin Booster Untuk Anak 5-11 Tahun

Vaksinasi COVID-19 di Kupang (Antara)
Vaksinasi COVID-19 di Kupang (Antara)

AS alami peningkatan kasus positif infeksi virus corona sebanyak 3 persen dalam sepekan terakhir. Di waktu yang sama, jumlah kematian menurun 26 persen.

Untuk terus menekan korban jiwa akibat infeksi tersebut, AS akan memberikan vaksin booster Covid-19 jenis Pfizer untuk anak-anak berusia 5-11 tahun

Komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan AS Robert Califf mengatakan izin pemberian booster untuk anak-anak itu agar mereka dapat perlindungan berkelanjutan terhadap Covid-19.

Anak-anak bisa disuntik booster setidaknya lima bulan setelah menyelesaikan dosis vaksin awal. Dosis booster yang diberikan sebanyak 10 mikrogram untuk suntikan awal dan booster, lebih sedikit dibandingkan dengan dosis 30 mikrogram bagi anak berusia 12 tahun ke atas.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Masyarakat Boleh Lepas Masker di Ruangan Terbuka

"Meskipun sebagian besar kasus Covid-19 cenderung tidak terlalu parah pada anak-anak daripada orang dewasa, gelombang omicron telah membuat lebih banyak anak-anak sakit karena penyakit ini dan dirawat di rumah sakit. Anak-anak juga mungkin mengalami efek jangka panjang, bahkan setelah pengobatan awal," kata Califf.

Komentar