facebook

Pfizer Mengklaim Vaksin Booster untuk Balita Ampuh Cegah Gejala Covid-19

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Pfizer Mengklaim Vaksin Booster untuk Balita Ampuh Cegah Gejala Covid-19
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Co┼čkun)

CEO BioNTech, Ugur Sahin, mengatakan hasil data studi vaksin Covid-19 booster dari Pfizer akan diserahkan minggu ini.

Suara.com - Pfizer mengumumkan bahwa dosis vaksin Covid-19 ketiga, atau booster, mereka terbukti meningkatkan antibodi yang kuat pada anak-anak di bawah lima tahun, Senin (23/5/2022).

Perusahaan tersebut berencana memberi hasil data terbaru kepada regulator Amerika Serikat akhir pekan ini sebagai langkah untuk memberi anak balita vaksin booster.

Sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sudah mulai mengevaluasi data dari Moderna, yang berharap bisa mulai memberi vaksin dua dosis untuk anak pada musim panas (Juli) mendatang.

Dalam laporan dari Pfizer dan BioNTech, dilansir Global News, suntikan ekstra berhasil memperkuat kekebalan dalam tingkat yang sesuai dengan kriteria FDA, untuk vaksin penggunaan darurat tanpa masalah keamanan.

Baca Juga: Pfizer Ungkap Hasil Studi Obat Covid-19 Paxlovid untuk Cegah Infeksi, Ternyata Tidak Ampuh?

Sebelumnya, data awal menunjukkan bahwa booster Pfizer 80 persen efektif mencegah gejala pada balita. Namun hasil tersebut hanya berdasarkan 10 kasus Covid-19 di antara peserta studi, yang didiagnosis akhir April.

Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer yang akan disuntikkan ke warga di Puskesmas Pekayon, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021).  ANTARA FOTO
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer yang akan disuntikkan ke warga di Puskesmas Pekayon, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021). ANTARA FOTO

Aturan studi menyatakan bahwa diperlukan setidaknya 21 kasus untuk menentukan efektivitas vaksin secara formal. Saat itu Pfizer menjanjikan pembaruan segera setelah ada banyak data tersedia.

CEO BioNTech, Ugur Sahin, mengatakan data ketiga terakhir akan diserahkan minggu ini.

"Hasil studi ini menunjukkan bahwa dosis rendah, 3 mikrogram vaksin kami, yang dipilih secara cermat bedasarkan data tolerabilitas, memberi anak-anak tingkat perlindungan yang tinggi terhadap Covid-19," kata Sahin.

Dua dosis pertama vaksin Pfizer untuk balita berisi dosis terendah, hanya sepersepuluh dari jumlah yang diterima orang dewasa. Namun, mereka menemukan bahwa itu tampak tidak cukup kuat untuk anak-anak balita.

Baca Juga: Manfaat Perlindungan Vaksin Booster Buatan Pfizer Cuma Tahan 3 Bulan? Ini Temuan Peneliti

Sehingga peneliti mulai memberi suntikan ketiga kepada lebih dari 1.600 anak-anak, dari usia enam bulan hingga empat tahun, selama gelombang Omicron.

Komentar