Pfizer Mengklaim Vaksin Booster untuk Balita Ampuh Cegah Gejala Covid-19

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 23 Mei 2022 | 19:39 WIB
Pfizer Mengklaim Vaksin Booster untuk Balita Ampuh Cegah Gejala Covid-19
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Coşkun)

Suara.com - Pfizer mengumumkan bahwa dosis vaksin Covid-19 ketiga, atau booster, mereka terbukti meningkatkan antibodi yang kuat pada anak-anak di bawah lima tahun, Senin (23/5/2022).

Perusahaan tersebut berencana memberi hasil data terbaru kepada regulator Amerika Serikat akhir pekan ini sebagai langkah untuk memberi anak balita vaksin booster.

Sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sudah mulai mengevaluasi data dari Moderna, yang berharap bisa mulai memberi vaksin dua dosis untuk anak pada musim panas (Juli) mendatang.

Dalam laporan dari Pfizer dan BioNTech, dilansir Global News, suntikan ekstra berhasil memperkuat kekebalan dalam tingkat yang sesuai dengan kriteria FDA, untuk vaksin penggunaan darurat tanpa masalah keamanan.

Sebelumnya, data awal menunjukkan bahwa booster Pfizer 80 persen efektif mencegah gejala pada balita. Namun hasil tersebut hanya berdasarkan 10 kasus Covid-19 di antara peserta studi, yang didiagnosis akhir April.

Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer yang akan disuntikkan ke warga di Puskesmas Pekayon, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021).  ANTARA FOTO
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer yang akan disuntikkan ke warga di Puskesmas Pekayon, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021). ANTARA FOTO

Aturan studi menyatakan bahwa diperlukan setidaknya 21 kasus untuk menentukan efektivitas vaksin secara formal. Saat itu Pfizer menjanjikan pembaruan segera setelah ada banyak data tersedia.

CEO BioNTech, Ugur Sahin, mengatakan data ketiga terakhir akan diserahkan minggu ini.

"Hasil studi ini menunjukkan bahwa dosis rendah, 3 mikrogram vaksin kami, yang dipilih secara cermat bedasarkan data tolerabilitas, memberi anak-anak tingkat perlindungan yang tinggi terhadap Covid-19," kata Sahin.

Dua dosis pertama vaksin Pfizer untuk balita berisi dosis terendah, hanya sepersepuluh dari jumlah yang diterima orang dewasa. Namun, mereka menemukan bahwa itu tampak tidak cukup kuat untuk anak-anak balita.

Sehingga peneliti mulai memberi suntikan ketiga kepada lebih dari 1.600 anak-anak, dari usia enam bulan hingga empat tahun, selama gelombang Omicron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaxzevria Diizinkan sebagai Vaksin Booster Covid-19 di Uni Eropa, Ini yang Boleh Menerima

Vaxzevria Diizinkan sebagai Vaksin Booster Covid-19 di Uni Eropa, Ini yang Boleh Menerima

Jogja | Senin, 23 Mei 2022 | 16:47 WIB

Gegara Vaksin, Laba Bersih Bio Farma Naik 567,8 Persen, Jadi Rp1,93 Triliun di 2021

Gegara Vaksin, Laba Bersih Bio Farma Naik 567,8 Persen, Jadi Rp1,93 Triliun di 2021

Bisnis | Senin, 23 Mei 2022 | 15:54 WIB

Mencegah Penyebaran Cacar Monyet selain Menggunakan Vaksin, 2 Hal Ini Juga Diperlukan

Mencegah Penyebaran Cacar Monyet selain Menggunakan Vaksin, 2 Hal Ini Juga Diperlukan

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 16:13 WIB

Terkini

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB