facebook

Berdiri Sepanjang Hari dari Pagi Hingga Sore, Adakah Risiko Bahayanya?

M. Reza Sulaiman
Berdiri Sepanjang Hari dari Pagi Hingga Sore, Adakah Risiko Bahayanya?
Ilustrasi bahaya berdiri. (Envato elements simonapilolla)

Berdiri dan melakukan peregangan dianjurkan bagi pekerja yang menghabiskan lebih banyak waktu duduk, untuk menghindari munculnya masalah kesehatan.

Suara.com - Berdiri dan melakukan peregangan dianjurkan bagi pekerja yang menghabiskan lebih banyak waktu duduk, untuk menghindari munculnya masalah kesehatan.

Bagaimana dengan pekerjaan yang mengharuskan seseorang berdiri sepanjang hari? Adakah risiko bahaya berdiri bagi kesehatan?

Mengutip Hello Sehat, sebuah survei di Inggris Raya mengungkap ada lebih dari 11 juta karyawan yang berdiri selama berjam-jam karena bekerja.

Jenis pekerjaan yang berisiko antara lain karyawan swalayan, petugas keamanan, buruh pabrik, operator mesin, pekerja konstruksi, perawat, dan pegawai salon.

Baca Juga: Inilah Masalah Kesehatan yang Bisa Mengganggu Penyerapan Vitamin D Dalam Tubuh

Ilustrasi bekerja dengan posisi berdiri. (Shutterstock)
Ilustrasi bekerja dengan posisi berdiri. (Shutterstock)

Rupanya, berdiri terlalu lama benar-benar bisa menyebabkan masalah kesehatan. Contoh yang paling umum adalah munculnya kelelahan otot.

Sebuah penelitian dalam Journal of the Human Factors and Ergonomics Society (2015) bahkan menemukan bahwa berdiri selama lima jam bisa memicu kelelahan otot yang berlangsung selama lebih dari 30 menit setelah jam kerja berakhir.

Selain itu, posisi berdiri tegak juga akan mengurangi aliran darah ke bagian otot yang terbebani.

Kekurangan pasokan darah ini akan mempercepat timbulnya nyeri otot, terutama pada bagian kaki, punggung, dan leher.

Tak hanya otot, efek berdiri terlalu lama juga memengaruhi persendian. Posisi diam saat berdiri berdampak pada sendi tulang belakang, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki.

Baca Juga: Bumil Dibiarkan Berdiri di KRL, Netizen Berdebat: Lah, Pada Biasa Aja

Berdiri dalam waktu lama pada akhirnya akan mengurangi produksi cairan pelumas sendi. Hal inilah yang mengakibatkan rasa kaku dan nyeri sendi.

Komentar