facebook

Fakta Sperma dan Air Mani, dari Kandungan Nutrisi hingga Ketahanan di Luar Vagina

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Fakta Sperma dan Air Mani, dari Kandungan Nutrisi hingga Ketahanan di Luar Vagina
Ilustrasi sperma. (Shutterstock)

Memang masih ada beberapa hal dari air mani dan sperma yang membingungkan orang. Bahkan, pria itu sendiri.

Suara.com - Sama seperti tubuh wanita, tubuh pria juga menyimpan banyak misteri. Tetapi pertanyaan yang paling umum dan misterius adalah pertanyaan tentang air mani.

Memang masih ada beberapa hal dari air mani dan sperma yang membingungkan orang. Bahkan, pria itu sendiri.

Dilansir Times of India, berikut beberapa fakta tentang sperma maupun air mani.

1. Air mani tidak hanya berisi sperma

Baca Juga: Curhat Pria yang Sudah Punya 47 Anak karena Jadi Donor Sperma, Malah Sulit Cari Jodoh

Air mani dan sperma bukanlah hal yang sama. Sperma adalah sel mikroskopis yang merupakan bagian dari air mani, tugasnya adalah membuahi sel telur.

Untuk mencapai sel telur, sperma dibawa oleh cairan, yang diproduksi berbagai organ seks pria.

Vesikula seminalis yang berada di panggul, mengandung fruktosa atau gula yang memberi sperma energi untuk berenang ke sel telur.

Cairan prostat juga mengandung bahan kimia yang membuat air mani lebih cair, sehingga sperma bisa berenang lebih leluasa. Semua komponen ini membentuk air mani.

Ilustrasi sperma (Shutterstock)

2. Sperma mengandung nutrisi

Baca Juga: Kisah Pria yang Bakal Punya 55 Anak, Baru Saja Jadi Donor Sperma untuk 3 Wanita Sekaligus

Sperma mengandung vitamin B12, vitamin C, kalsium, asam askorbat, asam sitrat, asam laktat, fruktosa, seng, magnesium, kalium, lemak, natrium dan banyak protein berbeda. Tetapi jumlah nutrisi ini sebenarnya sangat kecil.

3. Jumlah yang keluar lebih sedikit dari yang dikira

Rata-rata jumlah air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi adalah antara 2 hingga 5 mililiter, yang setara dengan satu sendok teh.

Tapi ada hampir 15 juta hingga 200 juta sperma dalam rata-rata ejakulasi.

4. Kualitas air mani berubah seiring bertambahnya usia

Pria memang bisa memproduksi sperma sepanjang hidup mereka, tapi itu tidak selalu bisa dilakukan.

Menurut penelitian, sperma yang diproduksi oleh pria dia ats usia 52 tahun lebih cenderung abnormal daripada sperma pria yang lebih muda.

Produksi air mani tertinggi pada pria berusia 20-an, dan bisa menurun perlahan setelah usia 20-an.

5. Cairan pra-ejakulasi tidak mengandung sperma

Cairan pra-ejakulasi, juga disebut precum, hampir tidak mengandung sperma yang layak.

Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa precum tidak mengandung sperma atau jumlah yang sangat kecil. Sperma yang ditemukan di precum tidak terbentuk dengan baik dan tidak bergerak.

Jumlah kecil ini sangat tidak mungkin menyebabkan kehamilan.

Tugas precum adalah bertindak sebagai pelumas alami. Ini dilepaskan oleh kelenjar Cowper.

6. Air mani membuat sperma hidup lebih lama

Sperma dapat hidup hingga lima hari di dalam saluran reproduksi wanita, hanya menunggu untuk membuahi sel telur.

Tapi air mani tidak bisa hidup lama di luar tubuh. Jika disimpan ke dalam air hangat (36,67 derajat Celcius) bisa hidup beberapa menit.

Jika berada di udara atau permukaan keras, sperma dapat hidup hingga mengering.

Komentar