Penjelasan Ilmiah Fenomena Ketindihan, Bukan Karena Kejadian Mistis!

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 30 Mei 2022 | 16:05 WIB
Penjelasan Ilmiah Fenomena Ketindihan, Bukan Karena Kejadian Mistis!
Ilustrasi tidur ketindihan (unsplash.com/Kinga Cichewicz)

Suara.com - Pernahkah kamu sulit menggerakan tubuh, merasa tidak bisa bicara dan membuka mata saat bangun tidur? Masyarakat Indonesia biasanya menyebut hal tersebut sebagai 'ketindihan' dan dikaitkan dengan kejadian mistis.

Tapi ternyatam ketindihan tidak hanya populer di Indonesia. Masyarakat dari etnis Hmong di Vietnam dan Laos juga mengenalnya dengan istilah dab tsong. Penduduk Skandinavia menganggap fenomena ini terjadi karena ada setan cilik Mare yang menindih mereka.

Beda halnya dengan kepercayaan orang es kimo yang menganggap ketindihan sebagai fenomena roh manusia yang keluar dari tubuh dan tidak bisa masuk lagi.

Benar atau tidak, ternyata ketindihan bisa dijelaskan secara ilmiah, lho!

Ilustrasi seorang lelaki mengalami ketindihan. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang lelaki mengalami ketindihan. [Shutterstock]

Dikutip dari Ruang Guru, ketindihan disebut dengan Sleep Paralysis secara ilmiah. Sleep Paralysis dapat terjadi ketika mekanisme otak dan tubuh tidak selaras.

Diketahui bahwa ada empat fase yang terjadi selama tidur. Tahap 1 NREM (NonRapid Eye Movement), Tahap 2 NREM, Tahap 3 NREM, dan REM.

Selama tidur, manusia harusnya melewati semua fase tersebut tanpa terbangun sedikitpun. Apabila tidur sering terbangun, kemungkinan fase berantakan, sehingga saat bangun tidur justru masih merasa lelah.

Ketindihan atau Sleep Paralysis akan terjadi karena bangun saat berada di tengah fase REM. Fase di mana seharusnya tubuh asyik bermimpi dan mengistirahatkan otot-otot.

Jadi, otak mengira kalau tubuh masih tidur, padahal sudah bangun. Otak juga mengira kalau tubuh hanya bermimpi, padahal yang terlihat dunia yang sebenarnya.

baca juga

Oleh sebab itu, sewaktu ketindihan, kerap melihat sosok aneh yang sebenarnya hanya halusinasi dari mimpi. Sleep Paralysis semacam ini, disebut dengan hypnopompic sleep paralysis.

Di sisi lain, ada yang dinamakan dengan hynagogic sleep paralysis. Fenomena ini terjadi saat tubuh sudah rileks, otot-otot sudah lemas terlebih dahulu, padahal sebenarnya belum masuk fase tidur. Jadi, kesadaran masih ada, tapi tubuh merasa “sudah tidur”.

Maka, ketika mengalami sleep paralyisis yang perlu kamu lakukan hanya tenang. Tidak perlu dilawan dengan memaksakan diri menggerakan tubuh.

Menurut Andreas Prasadja, dokter medis ahli gangguan tidur dari Indonesia, sleep paralysis yang merupakan tanda yang diberikan tubuh bahwa seseorang terlalu lelah dan kurang tidur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Termasuk Mengurangi Insomnia, Olahraga Sebelum Tidur Ternyata Punya Banyak Manfaat

Termasuk Mengurangi Insomnia, Olahraga Sebelum Tidur Ternyata Punya Banyak Manfaat

Bogor | Senin, 30 Mei 2022 | 07:58 WIB

4 Cara Sederhana Meningkatkan Kualitas Tidur, Termasuk Belai Hewan Peliharaan!

4 Cara Sederhana Meningkatkan Kualitas Tidur, Termasuk Belai Hewan Peliharaan!

Lifestyle | Minggu, 29 Mei 2022 | 22:34 WIB

4 Manfaat Olahraga Sebelum Tidur Yang Jarang Diketahui

4 Manfaat Olahraga Sebelum Tidur Yang Jarang Diketahui

Health | Senin, 30 Mei 2022 | 03:10 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×