facebook

Kenali 4 Faktor Risiko Demensia, Salah Satunya Terbatasnya Interaksi Sosial

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Kenali 4 Faktor Risiko Demensia, Salah Satunya Terbatasnya Interaksi Sosial
Ilustrasi demensia (Shutterstock)

Demensia disebabkan oleh perubahan otak yang tidak normal.

Suara.com - Demensia bukanlah penyakit tunggal. Ini adalah istilah umum yang mencakup berbagai kondisi medis, salah satunya Alzheimer. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan otak yang tidak normal.

Perubahan tersebut dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir parah hingga menganggu kehidupan sehari-hari. Penyakit demensia juga berdampak pada perilaku, emosi, dan hubungan dengan orang lain.

Dilansir Times of India, ada beberapa faktor risiko demensia, apa saja?

1. Tekanan darah

Baca Juga: Penelitian Temukan Makan Blueberry Bisa Turunkan Risiko Demensia

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, membahayakan jantung, pembuluh darah, dan otak. Kondisi ini juga meningkatkan risiko stroke dan demensia vaskular.

Ini adalah kondisi serius yang menyebabkan serangan jantung dan stroke di seluruh dunia. Diperkirakan akan ada 1,56 miliar orang di seluruh dunia yang menderita hipertensi pada 2025.

Foto oleh Kindel Media dari Pexels
Ilustrasi demensia (Pexels)

2. Kadar gula darah

Kadar gula darah atau glukosa yang tinggi dapat menyebabkan diabetes dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan kognitif dan demensia.

3. Pola makan tidak sehat

Baca Juga: Peneliti Menemukan Penyebab Pembekuan Darah pada Pasien Covid-19, Kuncinya Ada di Protein Lonjakan Virus

Batasi lemak dan gula lainnya saat mengonsumsi berbagai buah dan sayuran, biji-bijian, daging tanpa lemak dan makanan laut.

Namun sayangnya, pola makan sekarang telah bergeser sebagai akibat dari peningkatan produksi makanan olahan, urbanisasi yang cepat, dan perubahan gaya hidup.

4. Membatasi interaksi sosial

Berinteraksi dengan orang lain dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial dapat membantu mencegah isolasi sosial dan rasa kesepian. Keduanya berkaitan dengan peningakatan risiko penurun kognitif dan penyakit Alzheimer.

Komentar