Didiagnosa Gagal Jantung, Masih Mungkinkah Sembuh?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 31 Mei 2022 | 16:20 WIB
Didiagnosa Gagal Jantung, Masih Mungkinkah Sembuh?
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Prevalensi gagal jantung di Indonesia mencapai 5 persen dan lebih sering terjadi pada pria (66 persen) daripada perempuan (34 persen) . Penyakit gagal jantung bisa terjadi pada usia berapapun, namun menjadi lebih umum seiring dengan bertambahnya usia.

Dibandingkan dengan Eropa dan Amerika, demografik umur pasien gagal jantung di Asia Tenggara lebih muda. Di Indonesia, sekitar 60 persen perempuan dan 56 persen laki-laki di bawah usia 50 tahun mengalami gagal jantung. Di mana ini berarti gagal jantung di Indonesia banyak dialami oleh populasi usia produktif.

Dalam keterangannya, Selasa, (31/5/2022), dr. Siti Elkana Nauli, SpJP(K), FIHA, memaparkan, data Pokja menunjukkan bahwa penyebab gagal jantung terbanyak adalah kondisi penyakit dasar yang tidak terkontrol (hipertensi, diabetes, obesitas) atau sebagian perjalanan dari penyakit dasar yang alamiah (usia, rokok, kelainan bawaan).”

Ilustrasi serangan jantung. [Envato]
Ilustrasi serangan jantung. [Envato]

 “Gagal jantung memang adalah kondisi yang serius, sayangnya banyak di antara para pasien yang justru tidak sadar bahwa mereka memiliki gagal jantung. Padahal gejala yang ditimbulkan sangat menurunkan kualitas hidup mereka. Yang mungkin biasanya mereka bisa berjalan lama dan jauh, sekarang berjalan sedikit saja merasa lelah; atau mungkin yang tadinya naik tangga biasa saja, sekarang menjadi sulit; atau yang tadinya bisa tidur dengan enak, nyaman, sekarang justru kalau tidur merasa lebih sesak dan pada akhirnya harus tidur dalam posisi duduk," kata dia. 

Namun demikian, dr. Nauli menegaskan bahwa gagal jantung bukanlah akhir dari harapan hidup seorang pasien. Gagal jantung masih dapat dikendalikan dengan tatalaksana yang tepat, sehingga pasien tetap dapat menjalankan hidup yang mendekati normal dan berkualitas serta beraktivitas seperti biasa, selama dikenali dan diterapi pada kondisi dini.

“Pasien gagal jantung harus minum obat untuk membantu mengendalikan kondisinya. Bahkan walau gejala-gejalanya sudah membaik, pasien tetap perlu meminum obat secara teratur. Beberapa terapi yang biasanya digunakan untuk mendukung kerja jantung meliputi: penghambat reseptor beta (beta-blocker); penghambat sistem renin angiotensin (seperti ACE inhibitor atau ARB); antagonis aldosterone; serta inovasi terbaru penghambat enzim neprilisin (ARNI) dan penghambat sodium glucose transporter (SGLT2 inhibitor)” jelas dr. Nauli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lansia Perlu Mengonsumsi Nutrisi Tepat untuk Kesehatan Jantung, Terutama Buah Zaitun

Lansia Perlu Mengonsumsi Nutrisi Tepat untuk Kesehatan Jantung, Terutama Buah Zaitun

Health | Selasa, 31 Mei 2022 | 16:19 WIB

Jumlah Pengidap Hipertensi di Jakarta Barat Meningkat Akibat Rokok

Jumlah Pengidap Hipertensi di Jakarta Barat Meningkat Akibat Rokok

Jakarta | Selasa, 31 Mei 2022 | 15:54 WIB

Jemaah Haji yang Idap Hipertensi Wajib Pilih-pilih Makanan, Dokter: Hindari yang Asin dan Tinggi Garam

Jemaah Haji yang Idap Hipertensi Wajib Pilih-pilih Makanan, Dokter: Hindari yang Asin dan Tinggi Garam

Health | Selasa, 31 Mei 2022 | 15:26 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×