Tingkatkan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak, Ini Tiga Strategi Pemerintah

M. Reza Sulaiman

Selasa, 31 Mei 2022 | 20:26 WIB
Tingkatkan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak, Ini Tiga Strategi Pemerintah
ilustrasi imunisasi dasar lengkap untuk anak. (Shutterstock)

Suara.com - Cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak yang turun karena pandemi Covid-19 perlu segera dibenahi. Bagaimana caranya?

Dijelaskan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, ada tiga strategi yang akan dilakukan agar cakupan imunisasi dasar lengkap meningkat.

Reisa menuturkan strategi pertama yang dilakukan adalah menambah tiga jenis imunisasi rutin pada anak menjadi 14 vaksin, setelah sebelumnya hanya 11 vaksin.

Penambahan tiga vaksin itu meliputi vaksin Rotavirus yang berfungsi untuk mencegah diare berat beserta komplikasi akibat virus Rota. Ada pula vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) yang berfungsi untuk mencegah penyakit seperti pneumonia.

Kemudian ada vaksin Human Papilloma Virus (HPV) untuk mencegah kanker serviks pada perempuan yang ditujukan untuk sasaran anak usia kelas 5 dan 6 SD, sebagai langkah mengurangi risiko angka kematian ibu dan anak.

Kedua, pemerintah mengikuti perkembangan zaman digitalisasi dengan membuat sebuah aplikasi bernama Sehat IndonesiaKu (ASIK) sebagai wadah untuk mencatat imunisasi pada anak yang setiap datanya akan terintegrasi masuk ke dalam PeduliLindungi.

Aplikasi itu akan membantu pencatatan vaksinasi pada anak menjadi lebih berkembang. Sehingga di masa depan, pemerintah daerah bisa dengan mudah mengetahui siapa saja anak yang belum diimunisasi.

“Jadi sudah tidak ada catatan manual di buku atau di kertas. Semuanya akan langsung dimasukkan ke ASIK. Nanti, bisa diberikan ke semua puskesmas dan dinas kesehatan supaya datanya juga ada di dinas kesehatan masing-masing dan ini penting sekali,” kata dia.

Sedangkan yang ketiga adalah belajar dari pengalaman memberikan vaksinasi COVID-19 pada anak. Lewat undangan pada aplikasi yang terintegrasi itu, anak akan mudah untuk mendapatkan 14 vaksin rutin itu.

baca juga

Reisa menambahkan semua upaya itu adalah wujud kepedulian negara yang ingin melindungi anak dari terciptanya wabah baru ataupun penularan suatu penyakit.

Selain itu, Reisa juga menekankan bahwa imunisasi dasar lengkap sangat penting bagi anak. Sebab berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan sebanyak 1,7 juta bayi belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama periode 2019-2021 lalu.

Hal tersebut menempatkan anak ke dalam kondisi yang sangat rawan. Dengan demikian, Reisa mengimbau agar orang tua dapat segera mengajak anaknya untuk melakukan vaksinasi dan tumbuh dengan sehat.

“Kita harus benar-benar memberantas penyakit berbahaya ini. Dengan catatan sejarah yang sudah sebegitu banyaknya, saya rasa tidak perlu lagi para orang tua khawatir untuk menyertakan anaknya ke dalam program imunisasi,” ujar Reisa yang juga Duta Adaptasi Kebiasaan baru tersebut. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:40 WIB

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:58 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Komisi IX DPR RI Dorong Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Campak

Komisi IX DPR RI Dorong Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Campak

DPR | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:14 WIB

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:20 WIB

Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!

Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:17 WIB

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Health | Minggu, 08 Maret 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×