WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 26 Februari 2026 | 21:01 WIB
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
ilustrasi WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI. (freepik.com/freepik)
baca 10 detik
  • Kemenkes akan menggencarkan imunisasi MR anak PAUD/TK mulai pekan depan sebagai respons notifikasi WNA terpapar campak dari Australia.
  • Penguatan imunisasi meliputi program kejar MR dan MR tambahan pada wilayah dengan cakupan rendah atau KLB.
  • Data 2025 menunjukkan 116 KLB campak di 16 provinsi, Kemenkes juga memperkuat surveilans dan penanganan kasus.

Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan menggencarkan imunisasi measles rubella (MR) bagi anak PAUD dan TK mulai pekan depan. Langkah ini dilakukan setelah adanya notifikasi dari Australia terkait warga negara asing (WNA) yang terpapar campak usai melakukan perjalanan ke Indonesia.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan penguatan imunisasi menjadi respons untuk menekan risiko penularan sekaligus meningkatkan perlindungan pada kelompok anak.

“Penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar MR, terutama pada wilayah dengan cakupan rendah. Kemudian pemberian imunisasi MR tambahan pada daerah-daerah dengan KLB tahun 2025–2026. MR tambahan ini merupakan crash program,” kata Andi dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/3/2026).

Selain imunisasi kejar, Kemenkes juga menargetkan peningkatan cakupan di wilayah dengan angka penolakan vaksin yang masih tinggi. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah, tokoh agama, serta organisasi profesi untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya imunisasi.

Data Kemenkes menunjukkan pada 2025 terdapat 116 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi laboratorium di 89 kabupaten/kota yang tersebar di 16 provinsi. Total kasus suspek mencapai 63.769 dengan 11.094 di antaranya terkonfirmasi laboratorium.

Dari jumlah tersebut, tercatat 69 kematian dengan fatality rate sebesar 0,1 persen. Lima provinsi dengan KLB terbanyak pada 2025 yakni Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Memasuki 2026, Kemenkes mencatat 21 KLB suspek campak di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi, serta 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium di 9 kabupaten/kota yang tersebar di 6 provinsi.

Hingga minggu ke-7 tahun ini, terdapat 8.224 kasus suspek termasuk 572 kasus terkonfirmasi laboratorium. Empat kasus dilaporkan meninggal dengan fatality rate 0,05 persen.

Adapun lima provinsi dengan KLB terbanyak pada 2026 yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

baca juga

Selain percepatan imunisasi, Kemenkes juga memperkuat surveilans dan tata laksana penanganan campak, mulai dari isolasi pasien, pemberian obat serta vitamin A, hingga kesiapan rumah sakit apabila muncul komplikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis

Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:29 WIB

Menkeu Ungkap Defisit BPJS Capai Puluhan Triliun, Siap-siap Iuran Naik?

Menkeu Ungkap Defisit BPJS Capai Puluhan Triliun, Siap-siap Iuran Naik?

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 11:31 WIB

Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?

Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?

News | Senin, 23 Februari 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Betrand Peto Ungkap Kronologi Keributan dengan ANW yang Berujung Tudingan Kekerasan Seksual

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

Polda Metro Akan Periksa Anak Ruben Onsu Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

Polda Metro Akan Periksa Anak Ruben Onsu Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

News | Senin, 14 September 2026 | 13:06 WIB

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

4 Zodiak Paling Cocok dengan Cancer dalam Asmara, Pasangan Idaman yang Sulit Berpaling

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:05 WIB

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

News | Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB

Danau Sipin Kembali Bersinar, Leni Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro

Danau Sipin Kembali Bersinar, Leni Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB

Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak

Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak

Riau | Senin, 14 September 2026 | 13:02 WIB

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan akibat Serbuk Misterius, Terduga Pelaku Diciduk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai

Bali | Senin, 14 September 2026 | 12:55 WIB

Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!

Komnas HAM usai Penembakan 3 ASN di Jayawijaya: Hentikan Serangan terhadap Warga Sipil!

News | Senin, 14 September 2026 | 12:54 WIB

×