Konsumsi 3 Suplemen Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Simak Kata Ahli

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 01 Juni 2022 | 08:05 WIB
Konsumsi 3 Suplemen Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Simak Kata Ahli
Ilustrasi suplemen beta karoten. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker termasuk penyakit serius yang mematikan. Walau begitu, ada beberapa cara untuk membantu mencegah atau menurunkan risikonya.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko kanker, termasuk mengurangi daging olahan dan tidak merokok bukanlah hal yang sulit.

Tapi, keputusan yang nampaknya sehat bisa meningkatkan risiko kesehatan tertentu, seperti kanker.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology, mengaitkan konsumsi 3 suplemen alami dalam jangka panjang dengan peningkatan risiko kanker paru-paru.

Para penulis meneliti hubungan suplemen beta-karoten, retinol, vitamin A, lutein, dan likopen dengan risiko kanker paru-paru di antara peserta.

Ilustrasi suplemen. (Shutterstock)
Ilustrasi suplemen. (Shutterstock)

Beta karoten adalah senyawa makanan dan sumber penting vitamin A. Retinol adalah turunan lain dari vitamin A dan lutein, yang merupakan jenis pigmen organik yang disebut karotenoid.

Karotenoid ini terkait dengan beta-karoten dan vitamin A. Semua sumber dapat ditemukan dalam makanan tetapi beberapa orang memilih untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin juga.

Guna memeriksa hubungan antara suplemen di atas dan risiko kanker paru-paru, para peneliti mengambil data dari peserta dalam Studi kohort VITAmins And Lifestyle (VITAL) di Negara Bagian Washington. VITAL adalah studi kohort tentang hubungan penggunaan suplemen dengan risiko kanker.

Pada tahun 2000-2002, orang yang memenuhi syarat diminta mengisi kuesioner, termasuk pertanyaan rinci tentang penggunaan suplemen (durasi, frekuensi, dosis) selama 10 tahun sebelumnya dari multivitamin dan suplemen/campuran individu.

baca juga

Menurut peneliti, penggunaan karoten, retinol dan suplemen lutein dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru yang signifikan.

"Penggunaan suplemen karoten, retinol dan lutein jangka panjang tidak boleh direkomendasikan untuk pencegahan kanker paru-paru, terutama di kalangan perokok," kata peneliti dikutip dari Express.

Tapi, Cancer Research UK, mengatakan tidak ada bukti yang dapat dipercaya bahwa suplemen makanan apa pun dapat membantu mencegah kanker.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi suplemen tertentu dapat meningkatkan risiko beberapa kanker berkembang.

"Ada bukti bahwa diet sehat dengan banyak buah dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker Anda," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pola Makan Buruk Pada Anak Tingkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi dan Kanker

Pola Makan Buruk Pada Anak Tingkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi dan Kanker

Health | Selasa, 31 Mei 2022 | 15:31 WIB

Studi Pastikan Konsumsi Kopi dalam Jumlah Wajar Tak Hanya Baik Bagi Kesehatan Fisik Tetapi Juga Mental

Studi Pastikan Konsumsi Kopi dalam Jumlah Wajar Tak Hanya Baik Bagi Kesehatan Fisik Tetapi Juga Mental

Health | Selasa, 31 Mei 2022 | 18:25 WIB

Sering Nyeri di Bagian Wajah Ini, Waspadai Gejala Kanker

Sering Nyeri di Bagian Wajah Ini, Waspadai Gejala Kanker

Health | Selasa, 31 Mei 2022 | 15:10 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×