Ilmuwan Temukan Cara Agar Organ Hati Bisa Bertahan Berhari-hari di Luar Tubuh

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Kamis, 02 Juni 2022 | 09:25 WIB
Ilmuwan Temukan Cara Agar Organ Hati Bisa Bertahan Berhari-hari di Luar Tubuh
Ilustrasi operasi. (Pixabay)

Suara.com - Para ilmuwan membuat sebuah terobosan yang memungkinkan mereka menyimpan hati yang diawetkan selama tiga hari dalam kondisi tidak beku sebelum mentransplantasikannya ke pasien.

Teknik yang digunakan tim untuk mengawetkan hati disebut normothermic ex situ. Prinsipnya sederhana, yakni organ ditempatkan di lingkungan steril dan dijaga pada ushu 37 derajat Celcius, di sekitar suhu tubuh manusia normal.

Di lingkungan ini, dilansir Science Alert, hati terus disiram cairan yang meniru fungsi tubuh manusia, seperti nutrisi, hormon, dan darah.

Pada 2020 lalu, Wyss Zurcih mendemonstransikan kemanjuran teknologi ini dengan menjaga fungsi hati manusia secara normal selama tujuh hari di luar tubuh.

Lalu pada 19 Mei 2021, mereka mengambil langkah besar untuk mencangkok hati wanita berusia 29 tahun yang menderita tumor perut invasif dan abses, serta sepsis berulang dari bakteri resisten antibiotik.

Ilustrasi pasien berbaring. [Shutterstock]
Ilustrasi pasien berbaring. [Shutterstock]

Awalnya organ hatinya dianggap tidak layak karena memiliki tumor dan berasal dari penderita sepsis (infeksi bakteri) yang perlu dinilai dan diobati.

Namun, dalam waktu tiga hari tersebut, ilmuwan berhasil membersihkan hati agar dapat ditransplantasikan ke pasien lain.

Setahun kemudian, si penerima transplantasi hati tersebut masih sehat dengan fungsi hati serta kualitas hidup yang normal. Ilmuwan tidak menemukan tanda kerusakan, atau cedera reperfusi.

Penerima adalah pria berusia 62 tahun yang menderita sirosis lanjut, hipertensi portal berat dan kanker hati multipel serta berulang.

"Keberhasilan perdana ini membuka pengetahuan baru dalam penelitian klinis dan menjanjikan waktu yang diperpanjang hingga 10 hari untuk penilaian kelayakan organ donor," kata pemimpin studi, ahli bedah Pierre-Alain Clavien dari Rumah Sakit Universitas Zurich dan Wyss Zurich, Swiss.

Meski penyelidikan lebih lanjut diperlukan sebelum penggunaan klinis secara luas, hasil ini menandakan adanya cara untuk meningkatkan jumlah organ hati yang dianggap layak untuk transplantasi.

"Kami berpikir bahwa keberhasilan transplantasi pertama dengan organ perfusi normothermic ex situ yang diawetkan dapat membuka pengetahuan baru dalam pengobatan gangguan hati," tandas Clavien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalani Transplantasi Jantung dan Hati, Perempuan Ini Simpan Organ Lamanya di Kantong Plastik!

Jalani Transplantasi Jantung dan Hati, Perempuan Ini Simpan Organ Lamanya di Kantong Plastik!

Health | Senin, 30 Mei 2022 | 15:02 WIB

Khloe Kardashian Berikan Tanggapan Menohok, Tak Terima Dituduh 12 Kali Operasi Transplantasi Wajah

Khloe Kardashian Berikan Tanggapan Menohok, Tak Terima Dituduh 12 Kali Operasi Transplantasi Wajah

Lifestyle | Kamis, 26 Mei 2022 | 12:36 WIB

Ingin Transplantasi Rambut, Bisakah Donor dari Sembarang Orang?

Ingin Transplantasi Rambut, Bisakah Donor dari Sembarang Orang?

Health | Selasa, 24 Mei 2022 | 14:05 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB