Daripada Menghitung Kalori, Ahli Menyarankan untuk Kurangi Makan Makanan Ultra Proses

Jum'at, 03 Juni 2022 | 11:58 WIB
Daripada Menghitung Kalori, Ahli Menyarankan untuk Kurangi Makan Makanan Ultra Proses
Ilustrasi makanan ultra proses. (Unsplash/Jimmy Dean)

Suara.com - Ahli epidemiologi di King's College London, Inggris, Tim Spector, menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan ultra proses (UPF) daripada menghitung kalori untuk menurunan berat badan.

Defisit kalori memang diperlukan untuk menurunkan bobot tubuh tetapi Spector mengatakan bahwa sistem perhitungan kalori seringnya tidak akurat karena label seringnya salah.

"Kita harus berhenti bicara tentang kalori. Makanan ultra proses adalah musuh," kata Spector, dilansir Insider.

Menurutnya, perhitungan kalori mendorong orang-orang untuk makan lebih banyak UPF karena mereka mencari makanan 'versi rendah kalori'.

Padahal. mereka mengganti lemak dan gula dengan menambahkan bahan kimia serta pemanis untuk memastikan makanan tetap enak.

Ilustrasi makanan kemasan. Cara memahami label kandungan gizi di makanan kemasan. [ANTARA/Pexels]
Ilustrasi makanan kemasan  [ANTARA/Pexels]

Studi menemukan bahwa orang bisa makan makanan ultra proses rendah kalori yang tidak selalu mengenyangkan. Sebaliknya, makanan ini akan mengarah pada kenaikan berat badan.

Makanan ultra proses merupakan makanan yang diproses dengan tambahan food addivities, seperti gula, lemak, bahan pengawet, penguat rasa dan perisa. Contohnya seperti kue kering kemasan dan keripik kemasan.

Sebuah studi kecil dari National Institutes of Health (NIH) AS pada 2019 lalu menunjukkan bahwa pola makan tinggi UPF membuat asupan kalori meningkat, rata-rata 500 kalori tambahan dalam sehari.

Makanan ultra proses juga telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, menurut studi tahun 2020 yang terbit di American Journal of Clinical Nutrition.

Baca Juga: Keluarga Ridwan Kamil Bakal Gelar Salat Gaib untuk Eril, Netizen: Keputusan yang Berat Banget

Sementara itu, makanan utuh lebih mengenyangkan karena kaya serat dan protein, sehingga bisa melepaskan energi secara perlahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI