Cerita Menkes Budi Bertemu Bos Moderna, Bandingkan Cara Buat Vaksin di Indonesia dan di Luar Negeri

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 03 Juni 2022 | 12:18 WIB
Cerita Menkes Budi Bertemu Bos Moderna, Bandingkan Cara Buat Vaksin di Indonesia dan di Luar Negeri
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bercerita tentang pengalamannya berbincang dengan Bos Moderna terkait pengembangan vaksin Covid-19 dan vaksin lainnya di dunia.

Kepada Menkes Budi, Direktur Utama Moderna itu mengatakan bagaimana pabrik vaksin baru tidak diperlukan hanya demi membuat satu jenis vaksin untuk penyakit tertentu. Semua bisa dilakukan dengan mengandalkan teknologi mRNA.

"Katanya saya bikin aja dengan pabrik vaksin mRNA, jadi saya bikin satu aja, jadi lebih murah," ujar Menkes Budi saat konferensi pers di Cikarang, Bekasi beberapa waktu lalu.

Misalnya jika ingin vaksin Covid-19 dia pakai pabrik ini, mRNA-nya didesain di komputer dicampur sama lipid (kumpulan molekul) terus keluar. Nanti kalau bikin vaksin tuberkulosis pakai pabrik ini juga," tambahnya.

Menkes Budi menjelaskan, teknologi perkembangan vaksin sudah sangat maju, dan dibuktikan langsung saat ia berbincang dengan Dirut Moderna.

Teknologi terbaru itu berupa pembuatan vaksin berbasis vektor dan mRNA atau messenger ribonukleat acid, yakni teknologi terbaru yang memanfaatkan molekul tentu agar bisa diterima tubuh dan merangsang imunitas seseorang.

"Saya diajarin sama dia, satu sel manusia itu ada DNA atau RNA, dan mRNA bisa sampai 1.000 untuk satu sel. Sekarang kita hanya pakai satu mRNA dikasih lipid disuntikin, buat bangun antibodi yang spesifik untuk virus Covid-19," ungkapnya.

Bahkan kedepan, kata Menkes Budi, Moderna siap untuk kembali bertransformasi yaitu membuat vaksin dengan beragam strain. Misalnya untuk Covid-19, dibuat berdasarkan dua strain, yakni strain Wuhan dan strain Omicron.

"Kedepan saya sudah siap-siap 15 mRNA untuk satu lipid, jadi MRNA ada 15, ada Omicron, Wuhan, Bakteri TBC, virus lain, jadi sekali suntik dapat 15 antibodinya," tutur Menkes Budi menirukan perkataan Dirut Moderna.

Melihat pesatnya perkembangan vaksin dunia ini, membuat Menkes Budi ikut membandingkan kemampuan farmasi dalam negeri, khususnya Biofarma agar mau berinovasi menggunakan cara baru.

"Kalau bikin pabrik vaksin gaya Biofarma, dia bikin satu line pabrik sendiri habis Rp200 hingga Rp300 miliar, abis itu vaksin difteri dia bikin lagi Rp200 hingga Rp300 miliar, BCG bikin lagi dan seterusnya," pungkasnya.

Di sisi lain Menkes Budi selama beberapa bulan belakangan, sedang berkonsentrasi melakukan transformasi sistem ketahanan kesehatan Indonesia, agar jika kondisi seperti pandemi tiba-tiba terjadi, Indonesia tidak bergantung pada produk impor, baik itu vaksin, obat-obatan, alat kesehatan hingga tenaga kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cargill Berkomitmen Menyediakan Bantuan COVID-19 di Berbagai Wilayah di Indonesia

Cargill Berkomitmen Menyediakan Bantuan COVID-19 di Berbagai Wilayah di Indonesia

Press Release | Jum'at, 03 Juni 2022 | 11:57 WIB

Jeno dan Chenle Positif Covid-19, NCT DREAM Minta Fans Jangan Khawatir

Jeno dan Chenle Positif Covid-19, NCT DREAM Minta Fans Jangan Khawatir

Your Say | Jum'at, 03 Juni 2022 | 10:10 WIB

Update Covid-19 Global: Kasus di Portugal Melonjak karena Subvarian Omicron

Update Covid-19 Global: Kasus di Portugal Melonjak karena Subvarian Omicron

Health | Jum'at, 03 Juni 2022 | 09:10 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB