Studi AS: Anak yang Terlibat dalam Olahraga Tim Lebih Minim Miliki Masalah Kesehatan Mental

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 05 Juni 2022 | 19:27 WIB
Studi AS: Anak yang Terlibat dalam Olahraga Tim Lebih Minim Miliki Masalah Kesehatan Mental
Ilustrasi anak bermain bola, potensi anak. (Elements Envato)

Suara.com - Penelitian terbaru di Amerika Serikat menemukan anak-anak yang aktif dalam kegiatan olahraga tim lebih kecil mengalami masalah gangguan mental dibanding anak yang tidak terlibat.

Sementara anak-anak yang berpartisipasi dalam olahraga individu, memiliki hasil kesehatan mental lebih buruk dibanding dengan yang tidak bermain sama sekali.

Hasil studi tersebut diterbitkan dalam jurnal akses terbuka Plos One. Para peneliti menganalisis data yang dilaporkan sendiri oleh orangtua mengenai gangguan kesehatan mental pada anak-anak mereka.

Para peneliti mengategorikan 11.235 peserta berusia 9 hingga 13 tahun menjadi empat kelompok berdasarkan partisipasi mereka dalam olahraga. Di antaranya, olahraga beregu, olahraga individu dan tim, olahraga individu, serta non-olahraga.

Contoh olahraga tim adalah bola voli, sepak bola, bola basket. Sedangkan contoh olahraga individu seperti senam, tenis, dan gulat.

Penelitian sebelumnya menyarankan partisipasi dalam olahraga terorganisir dapat melindungi dari kesulitan kesehatan mental, tetapi penelitian lain juga telah menghubungkan partisipasi olahraga dengan hasil kesehatan mental yang lebih buruk.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam hubungan antara partisipasi dalam olahraga terorganisir dan kesulitan kesehatan mental di antara anak-anak dan remaja di Amerika Serikat.

Studi juga mengontrol beberapa variabel pembaur potensial, termasuk usia, jenis kelamin, ras, dan pendapatan rumah tangga keluarga serta tingkat aktivitas fisik secara keseluruhan.

Para peneliti menemukan anak-anak yang berpartisipasi dalam olahraga tim, dibandingkan dengan mereka yang tidak berpartisipasi dalam olahraga apa pun, cenderung tidak memiliki tanda-tanda kecemasan, depresi, menarik diri, masalah sosial atau perhatian, yang konsisten dengan hipotesis mereka.

Sedangkan anak perempuan yang berpartisipasi dalam olahraga tim dan individu, memiliki kemungkinan penurunan perilaku melanggar aturan dibandingkan peserta non-olahraga.

"Namun, yang mengejutkan kami, remaja yang hanya berpartisipasi dalam olahraga individu, seperti senam atau tenis , memiliki lebih banyak masalah kesehatan mental dibanding dengan mereka yang tidak berpartisipasi dalam olahraga," kata peneliti, dikutip dari Fox.

Temuan ini melengkapi penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa partisipasi olahraga tim dapat menjadi sarana untuk mendukung kesehatan mental anak dan remaja.

Dalam kesimpulan studi dituliskan, tidak berarti berpartisipasi dalam olahraga tim meningkatkan kesehatan mental anak dan remaja.

"Penelitian tambahan diperlukan untuk menentukan sejauh mana, dan dalam keadaan apa, partisipasi dalam olahraga individu mungkin bermasalah bagi kelompok yang lebih muda," para peneliti menyimpulkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pita Hitam Pemain Persib: Ini Penghormatan Terakhir untuk Eril yang Juga Bobotoh

Pita Hitam Pemain Persib: Ini Penghormatan Terakhir untuk Eril yang Juga Bobotoh

Jabar | Minggu, 05 Juni 2022 | 18:52 WIB

Teddy Pardiyana Tunjukkan Bukti Kepemilikan Kos Warisan Mendiang Lina Jubaedah

Teddy Pardiyana Tunjukkan Bukti Kepemilikan Kos Warisan Mendiang Lina Jubaedah

Entertainment | Minggu, 05 Juni 2022 | 18:20 WIB

Tembak Mati ABG di Pesta Pernikahan, Anggota TNI Berpangkat Sertu di Manokwari Papua Ditangkap

Tembak Mati ABG di Pesta Pernikahan, Anggota TNI Berpangkat Sertu di Manokwari Papua Ditangkap

News | Minggu, 05 Juni 2022 | 17:15 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB