Ciri-Ciri Orang Pikun yang Tidak Boleh Dimaklumi, Bisa Jadi Gejala Demensia

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Kamis, 09 Juni 2022 | 08:01 WIB
Ciri-Ciri Orang Pikun yang Tidak Boleh Dimaklumi, Bisa Jadi Gejala Demensia
Ilustrasi gambar ciri-ciri orang pikun. (freepik)

Suara.com - Banyak orang menyebut dirinya pikun saat sering lupa melakukan atau meletakkan sesuatu. Tetapi, penurunan daya ingat juga bisa menjadi tanda gangguan kesehatan seperti demensia. Lantas, adakah ciri-ciri orang pikun?

Diketahui, kepikunan adalah kemunduran tubuh dan pikiran yang terkait dengan penuaan lanjut. Indikasi usia tua bervariasi dalam waktu kemunculannya.

Kepikunan atau yang kadang disebut juga demensia ini ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif atau penurunan mental. Ini termasuk ketidakmampuan seseorang untuk berkonsentrasi, mengingat informasi, dan menilai situasi dengan tepat. Bahkan saat demensia sudah memasuki tahap akhir, penyakit ini dapat membuat pengidapnya tidak dapat hidup mandiri akibat kehilangan kemampuan dasar seperti mengenali anggota keluarga.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kehilangan memori yang signifikan, disorientasi, dan kebingungan bukanlah bagian normal dari penuaan. Untuk mengetahui apakah Anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami kepikunan atau tidak, perhatikan berikut ini ciri-ciri orang pikun yan dihimpun dari sejumlah sumber.

Ciri-ciri Kepikunan

Gejala atau ciri kepikunan biasanya akan banyak perubahan fisik yang terkait dengan usia tua seperti berikut ini:

  • Postur bungkuk
  • Kulit keriput
  • Penurunan kekuatan otot
  • Perubahan pada lensa dan otot mata
  • Kerapuhan tulang dan kekakuan sendi
  • Pengerasan pembuluh darah

Selain ciri fisik seperti yang disebutkan di atas, ada juga ciri lainnya yang terkait dengan perubahan mental seperti di bawah ini.

  • Penilaian yang terganggu
  • Kehilangan ingatan
  • Terkadang perilaku kekanak-kanakan

Perubahan psikologis tersebut yang terjadi terkait dengan penuaan sel-sel otak kortikal. Sedangkan perubahan fisik yang terkait dengan penuaan terjadi pada semua individu sampai batas tertentu, bukti degenerasi psikologis tidak universal. Dalam penggunaan umum, istilah kepikunan hanya diterapkan pada kemerosotan mental.

Penyebab Pikun

Baca Juga: Ternyata Resiko Demensia Alzheimer Dipengaruhi Oleh Gaya Hidup Sejak Masih ABG

Sebanarnya, apa penyebab dari kepikunan? Pikun bisa juga disebabka. oleh beberapa kondisi kesehatan tertentu. Adapun beberapa penyabanya yakni:

  • Penyakit Alzheimer
  • Depresi berat
  • Gangguan otak
  • Parkinson
  • Penyakit Pick
  • demensia vaskular
  • penyakit Huntington
  • stroke
  • sindrom Down
  • trauma kepala
  • AIDS, dan lainnya.

Demikian informasi mengenai ciri-ciri orang pikun yang penting untuk diketahui. Jika Anda atau orang terdekat Anda menunjukkan penurunan memori atau keterampilan kognitif lain yang secara signifikan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI