Tidur Dalam Cahaya Redup Buruk Bagi Kesehatan Tubuh, Kok Bisa?

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 13 Juni 2022 | 14:50 WIB
Tidur Dalam Cahaya Redup Buruk Bagi Kesehatan Tubuh, Kok Bisa?
Ilustrasi tidur dengan lampu mati. (Stocksy)

Suara.com - Beberapa orang merasa mereka tidak bisa tidur jika cahaya lampu terlalu terang. Karena itu, mereka biasanya memilih tidur dengan cahaya redup atau gelap gulita sekalian.

Tapi, penelitian baru dalam jurnal ilmiah PNAS menunjukkan ada risiko kesehatan yang kuat bila Anda tidur dengan lampu terang atau cahaya redup saja.

Peneliti tidur di Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern menemukan bahwa paparan cahaya lingkungan dalam jumlah kecil pada malam hari dapat membahayakan fungsi kardiovaskular ketika tidur dan meningkatkan resistensi insulin esok paginya.

Resistensi insulin adalah komplikasi yang dapat menyebabkan perkembangan diabetes. Penulis studi mengakui ada bukti ilmiah bahwa paparan cahaya malam yang berlebihan dapat berdampak negatif pada fungsi metabolisme, yaitu penurunan toleransi glukosa (gula darah) dan penurunan resistensi insulin.

Sederhananya, paparan cahaya sebelum tidur dapat merusak tidur dan beberapa fungsi fisiologis.

Ilustrasi tidur (Pixabay/wokandapix)
Ilustrasi tidur (Pixabay/wokandapix)

Otak Anda menggunakan kehadiran cahaya sebagai sinyal bahwa sudah waktunya untuk bangun dan waspada. Sedangkan, kegelapan itu pertanda sudah waktunya tidur.

Paparan cahaya mengaktifkan sistem saraf simpatik (SNS) dan meningkatkan detak jantung sehingga Anda siap untuk menjalani hari.

Di malam hari, sistem saraf parasimpatis (PNS), yakni sistem istirahat dan pencernaan Anda meningkatkan relaksasi, menurunkan detak jantung, dan menjaga metabolisme yang sehat.

Saat matahari terbenam dan Anda tidur dalam kegelapan, otak memproduksi hormon tidur melatonin yang bertanggung jawab untuk memberi tahu sistem Anda bahwa sudah waktunya untuk bersantai dan tidur.

Karena itu, paparan cahaya di malam hari seredup apapun dianggap dapat menekan produksi melatonin dan mengganggu pola tidur yang sehat dan alami.

"Mata Anda adalah koneksi langsung Anda ke bagian otak yang mengontrol ritme sirkadian," kata Nilong Vyas, MD, dokter anak bersertifikat, konsultan tidur di Sleepless in NOLA dikutip dari Express.

Orang menafsirkan paparan cahaya untuk memungkinkan reaksi kimia berlangsung untuk siklus tidur yang sehat.

Jika ada sejumlah besar gangguan ringan pada saat tubuh Anda mencoba untuk tidur, itu dapat menyebabkan tidur yang buruk atau siklus tidur yang tidak terprogram sehingga bisa menyebabkan sejumlah masalah medis.

Para peneliti melibatkan sekelompok orang dewasa muda yang sehat dan membandingkan data lain, seperti kualitas tidur, detak jantung dan kadar glukosa mereka selama semalam tidur di ruangan yang gelap.

Hasilnya menemukan bahwa tidur di ruangan yang cukup terang dapat meningkatkan detak jantung Anda dan mengaktifkan sistem saraf simpatik Anda saat Anda tidur, dan juga mengganggu kemampuan Anda untuk mengatur glukosa keesokan paginya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Jenis Gangguan Tidur, Sempat Diderita Nabila Ishma Saat Menanti Kabar Jenazah Eril

Mengenal Jenis Gangguan Tidur, Sempat Diderita Nabila Ishma Saat Menanti Kabar Jenazah Eril

Health | Senin, 13 Juni 2022 | 14:10 WIB

Begini Cara Kesedihan Sebabkan Gangguan Tidur, Sempat Dialami Nabila Ishma karena Kehilangan Eril

Begini Cara Kesedihan Sebabkan Gangguan Tidur, Sempat Dialami Nabila Ishma karena Kehilangan Eril

Health | Senin, 13 Juni 2022 | 12:38 WIB

Pasutri Wajib Tahu: Tidur dengan Pasangan Punya Manfaat Besar, Termasuk pada Kesehatan Mental

Pasutri Wajib Tahu: Tidur dengan Pasangan Punya Manfaat Besar, Termasuk pada Kesehatan Mental

Health | Senin, 13 Juni 2022 | 08:17 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB