Kasus Covid-19 di Indonesia Meroket Hingga Nyaris Seribu, Bakal Ada Gelombang Baru?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 14 Juni 2022 | 18:56 WIB
Kasus Covid-19 di Indonesia Meroket Hingga Nyaris Seribu, Bakal Ada Gelombang Baru?
Petugas menyiapkan kamar yang akan digunakan sebagai ruang perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kasus harian Covid-19 di Indonesia per Selasa (14/6/2022) bertambah 930, menjadi yang terbanyak sejak April lalu. Satgas Covid-19 RI juga telah mencatat kalau kasus positif mingguan di Indonesia memang telah meningkat sejak awal Juni lalu. 

Epidemiologi Universitas Griffith Australia dr. Dicky Budiman mengatakan bahwa gelombang baru di Indonesia mungkin saja terjadi. Terlebih, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk ke Indonesia. 

Hanya saja, menurutnya, tren gelombang kasus virus corona akan berbeda apabila dibandingkan dengan lonjakan pertama dan kedua pada 2021.

"Dalam artian berbedanya bukan berarti bahwa virus ini melemah, tapi intinya situasi banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, telah menurun. Upaya deteksi dini menurun sekali, karena situasi yang sudah jauh lebih melandai, termasuk modal imunitas di masyarakat yang juga sudah semakin meningkat dengan dua dosis," paparnya, saat dihubungi suara.com, Selasa (14/6/2022).

Ilustrasi virus corona. [Antara]
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Modal kekebalan tubuh yang didapat dari vaksinasi bisa mengurangi potensi keparahan penyakit. Sehingga, lonjakan angka kematian masih bisa ditahan. 

Tetapi, dokter Dicky mengingatkan bahwa kelompok rentan seperti lansia, orang dengan komorbid, dan anak-anak perlu terus dilindungi dari paparan virus corona. Ia mencontohkan, apa yang terjadi di Portugal saat ini, di mana penumpukan pasien Covid-19 di rumah sakit akibat banyak kelompok rentan yang terinfeksi.

"Itu bisa kita alami, yaitu jumlah beban di rumah sakit meningkat bisa sampai mendekati atau sama dengan (lonjakan varian) Delta. Walaupun kematiannya tidak, tapi beban rumah sakitnya bisa mendekati seperti Delta. Walaupun dalam kaitan, misalnya kurang oksigen, kemungkinan saat ini tidak terlihat seperti itu," ujarnya.

Akibat menurunnya jumlah testing Covid-19 dan gejala infeksi yang lebih ringan karena modal imunitas, bisa jadi banyak kasus positif tidak terungkap. 

"Kalau bicara prediksi kasus, paling juga antara 1.000 atau paling tinggi 5.000 itu prediksi yang moderat. Karena juga meskipun kasus infeksi ditemukan, kalau (testing) aktif sekali bisa ditemukan 20.000 sampai 30.000 atau bahkan 50.000. Sekalipun itu mayoritas tidak bergejala atau mayoritas bergejala juga ringan," kata dokter Dicky.

baca juga

Ia mengingatkan bahwa pemerintah masih memiliki tugas untuk mempercepat cakupan vaksinasi booster. Karena meskipun BA.4 dan BA.5 bisa menghindari kekebalan dari vaksin yang ada saat ini, tetapi modal imunitas tersebut tetap penting dimiliki masyarakat untuk meringankan gejala apabila terinfeksi.

"Prediksi puncak bisa akhir Juli, bisa Agustus rawannya. Setidaknya sampai akhir Agustus untuk kerawanan terutama pada kelompok resiko. Makanya 3 dosis ini menjadi sangat penting," ujarnya.

Meski begitu, dokter Dicky menegaskan kalau mencegah terinfeksi Covid-19 tetap langkah yang terbaik yang harus dilakukan. Karena infeksi virus tersebut memiliki dampak jangka panjang yang mungkin bisa terjadi. Untuk itu, modal imunitas perlu tetap diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan.

"Saat ini dengan BA.4 BA.5 terlihat bahwa bisa berdampak pada sistem saraf, otak, bahkan namanya hepatitis ini semakin jelas terkait dengan Covid-19. Artinya kita menghadapi suatu penyakit yang tidak bisa dianggap enteng walaupun dia tidak bergejala karena ada dampak ikutan lainnya yang bisa terjadi. Sehingga prinsip mencegah daripada terinfeksi lebih penting," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus COVID-19 di Jakarta Naik, Warga Diminta Jaga Prokes dan Vaksin Booster

Kasus COVID-19 di Jakarta Naik, Warga Diminta Jaga Prokes dan Vaksin Booster

News | Selasa, 14 Juni 2022 | 18:31 WIB

Soal Mutasi Omicron B.4 dan BA.5, Dinkes Jogja Sebut Belum Ada Sebarannya

Soal Mutasi Omicron B.4 dan BA.5, Dinkes Jogja Sebut Belum Ada Sebarannya

Jogja | Selasa, 14 Juni 2022 | 18:24 WIB

Penting Buat Jemaah Haji! Ini Aturan Pelonggaran Prokes Covid-19 di Arab Saudi: dari Masker Sampai Vaksin

Penting Buat Jemaah Haji! Ini Aturan Pelonggaran Prokes Covid-19 di Arab Saudi: dari Masker Sampai Vaksin

News | Selasa, 14 Juni 2022 | 17:41 WIB

Terkini

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:42 WIB

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:38 WIB

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:22 WIB

Prabowo Minta Kemenkeu-Danantara Kolaborasi Jaga Ekonomi RI

Prabowo Minta Kemenkeu-Danantara Kolaborasi Jaga Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 20:20 WIB

Biaya Logistik dan Jalur Air Lumpuh, Sektor Ekspor Tertatih-tatih Tahan Laju

Biaya Logistik dan Jalur Air Lumpuh, Sektor Ekspor Tertatih-tatih Tahan Laju

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 20:19 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 20:10 WIB

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:09 WIB

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 20:06 WIB

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:05 WIB

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 20:00 WIB

×