Berdasarkan Kesuburan, Usia Berapa Seorang Pria Sebaiknya Menjadi Ayah?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Senin, 20 Juni 2022 | 17:30 WIB
Berdasarkan Kesuburan, Usia Berapa Seorang Pria Sebaiknya Menjadi Ayah?
Ilustrasi ayah gendong anak balitanya. (Unsplash.com/ Helena Lopes)

Suara.com - Pria memang tidak pernah berhenti memproduksi sperma. Tetapi, seiring bertambahnya usia, sperma mengalami mutasi genetik yang meningkatkan kemungkinan DNA rusak.

Kondisi itu dapat memengaruhi kesuburan dan juga menciptakan dampak risiko pada kesehatan keturunannya di masa depan.

Memang masih mungkin bagi pria untuk menjadi ayah di usia 50-an dan lebih tua. Namun, ini juga memiliki risiko tersendiri.

Studi membuktikan bahwa laki-laki yang menjadi ayah di usia lanjut berisiko memiliki anak dengan gangguan perkembangan saraf, dilansir Times of India.

Penelitian yang dilakukan tahun 2010 ini menunjukkan bahwa keturunan pria berusia di atas 40 tahun berisiko lima kali lipat terkena Autism Spectrum Disorder, dibanding populasi umum.

Ilustrasi sperma (Shutterstock)

Dari sudut pandang biologis, para ahli merekomendasikan seorang pria paling cocok untuk menjadi ayah di usia akhir 20-an hingga awal 30-an.

Usia pria paling subur adalah antara 22 hingga 25 tahun. Disarankan untuk memiliki anak sebelum usia 35 tahun. Setelah usia ini, kesuburan pria mulai menurun.

Setelah usia 35 tahun, sperma dapat menyebabkan kehamilan, tetapi mutasi juga dapat terjadi. Jika usia pria di atas 45 tahun, kemungkinan keguguran jauh lebih tinggi, terlepas dari usia sang wanita.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan parameter air mani, yang menjadi tolak ukur sperma yang sehat.

baca juga

Ini termasuk jumlah, morfologi (bentuk), dan motilitas (gerakan). Mulai sekitar usia 35 tahun, parameter air mani pria semakin memburuk.

Kesehatan sperma bergantung pada berbagai faktor yang memengaruhi peluang kesuburan. Dari segi kuantitas, tingkat kesuburan lebih besar bila air mani yang dikeluarkan dalam satu ejakulasi minimal 15 juta sperma per mililiter.

Sementara berdasarkan motilitas sperma, kehamilan mungkin tidak terjadi ketika sperma yang bergerak dalam ejakulasi kurang dari 40 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Cacar Monyet Ditemukan Dalam Sperma, Bisa Menular Lewat Seksual?

Virus Cacar Monyet Ditemukan Dalam Sperma, Bisa Menular Lewat Seksual?

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 14:50 WIB

WHO Selidiki Virus Cacar Monyet Ada Dalam Sperma, Bukti Menular Lewat Seksual?

WHO Selidiki Virus Cacar Monyet Ada Dalam Sperma, Bukti Menular Lewat Seksual?

Health | Kamis, 16 Juni 2022 | 16:30 WIB

Ngeri! WHO Terima Laporan Virus Cacar Monyet yang Terkandung dalam Cairan Sperma

Ngeri! WHO Terima Laporan Virus Cacar Monyet yang Terkandung dalam Cairan Sperma

Health | Kamis, 16 Juni 2022 | 21:15 WIB

Terkini

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

×