Bahaya Pencemaran Logam Berat Timbal: Turunkan IQ dan Risiko Lahirkan Anak Berkebutuhan Khusus

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 21 Juni 2022 | 20:38 WIB
Bahaya Pencemaran Logam Berat Timbal: Turunkan IQ dan Risiko Lahirkan Anak Berkebutuhan Khusus
Ilustrasi anak. (Unsplash.com/Lukas Godina)

Suara.com - Pancemaran logam berat timbal atau timbel (Pb) ternyata bisa berdampak pada kesehatan anak. Kandungan timbal sendiri kerap ditemukan dan terkandung dalam air seperti pantai, danau hingga lingkungan alam di sekitar tempat tinggal.

Ketua Pokja Penanggulangan Direktorat PLTTDLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Mutiara F. Siadari mengungkap beberapa ancaman kesehatan akibat paparan timbal pada anak.

Menurutnya dampak yang paling mengerikan, tidak hanya pada kesehatan organ tubuh, tapi juga bisa memengaruhi penurunan IQ atau kecerdasan anak.

"Beberapa dampak paparan pada anak yaitu kerusakan pada otak, gangguan pada sistem saraf, gangguan peredaran darah. Kemudian kerusakan pada saraf akan menyebabkan penurunan IQ sehingga pertumbuhannya pun mungkin dapat terhambat," ujar Mutiara dalam acara UNICEF dan Pure Earth, Selasa (21/6/2022).

Ia juga mengungkap hasil penelitian yang pernah dilakukan KLHK menemukan di salah satu desa menemukan, paparan Pb pada anak berdampak cukup serius, bahkan berisiko sebabkan anak terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK).

"Semacam kajian dampak paparan Pb pada anak itu cukup serius, karena dari 240 anak yang diamati, terdapat sekitar 12 anak atau sekitar 5 persen anak terlahir dengan kebutuhan khusus," tutup Mutiara.

Adapun timbal kerap disebut sebagai plumbum atau timah hitam. Unsur kimia ini sering ditemukan mencemari tanah pertanian, akibat industri tak berizin limbahnya mencemari lingkungan.

Peleburan aki atau limbah melalui asap pembakaran bisa membuatnya terhirup, bisa juga mengendap di tanah yang berisiko menyebabkan anak keracunan, saat mereka bermain di lapangan yang tanahnya tercemar timbal kemudian makan tanpa cuci tangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pecah Rekor Lagi jadi Kota Berpolusi Terparah di Dunia, IQ Air: Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

Pecah Rekor Lagi jadi Kota Berpolusi Terparah di Dunia, IQ Air: Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

News | Senin, 20 Juni 2022 | 11:35 WIB

5 Fakta Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker!

5 Fakta Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker!

News | Jum'at, 17 Juni 2022 | 12:59 WIB

Jumat Pagi Ini Udara Jakarta Paling Buruk se-Dunia

Jumat Pagi Ini Udara Jakarta Paling Buruk se-Dunia

News | Jum'at, 17 Juni 2022 | 09:20 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB