Daftar Penyebab Susah Tidur di Malam Hari, Termasuk Makan dan Main HP

Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 21 Juni 2022 | 21:17 WIB
Daftar Penyebab Susah Tidur di Malam Hari, Termasuk Makan dan Main HP
Foto oleh cottonbro dari Pexels

Suara.com - Kualitas tidur yang baik setara dengan kesehatan yang baik pula. Maka dari itu, kebutuhan akan tidur harian sangat penting, agar energi dapat terpenuhi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Namun bagi beberapa orang, susah tidur malam adalah masalah yang berlarut-larut. Jika dibiarkan, bukan hanya akan memengaruhi waktu tidur tetapi juga kesehatan jangka pendek hingga jangka panjang.

Dikutip dari Alo Dokter, berikut ini lima penyebab susah tidur paling umum yang banyak dialami oleh masyarakat.

Ilustrasi tidur (unsplash.com/Kinga Cichewicz)
Ilustrasi tidur (unsplash.com/Kinga Cichewicz)

1. Stres
Stres merupakan salah satu penyebab susah tidur paling umum. Stres bisa memengaruhi durasi dan kualitas tidur karena kadar hormon kortisol meningkat. Efeknya, detak jantung meningkat dan otot menjadi tegang sehingga tubuh tidak rileks dan mengganggu tidur.

2. Kafein
Konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh enam jam menjelang tidur bisa menyebabkan susah tidur. Kafein bisa menghambat kerja adenosin, yaitu senyawa aktif di otak yang memicu rasa kantuk.

3. Makan
Kebiasaan makan mendekati waktu tidur juga bisa menyebabkan susah tidur di malam hari. Saat makan, tubuh melepas hormon insulin untuk mengolah makanan menjadi energi. Proses ini membuat ritme sirkadian atau siklus tidur terganggu hingga menyebabkan terjaga di malam hari.

4. Main Gadget atau HP
Tanpa disadari, kebiasaan bermain gadget menjelang waktu tidur bisa membuat susah tidur. Cahaya biru yang dipancarkan layar gadget bisa menurunkan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur.

Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa cahaya biru dapat meningkatkan kewaspadaan otak dan dapat merangsang fungsi kognitif yang pada akhirnya membuat tubuh terjaga dan menjadi susah tidur.

5. Kurang Sinar Matahari
Meski terdengar tidak masuk akal, kurang terkena paparan sinar matahari bisa menjadi penyebab susah tidur di malam hari. Paparan sinar matahari pagi hari bisa memperbaiki siklus tidur dan membuat tubuh terjaga sepanjang hari.

Selain beberapa hal di atas, susah tidur juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti kamar tidur yang kurang nyaman, baru melakukan perjalanan jauh dengan zona waktu berbeda, hingga efek dari konsumsi obat tertentu seperti metylphenidate.

Ada juga beberapa masalah medis seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan saraf, GERD, hingga kanker, juga kerap kali menyebabkan penderitanya alami susah tidur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Manfaat Bernyanyi untuk Kesehatan Mental, Salah Satunya Melawan Stres

4 Manfaat Bernyanyi untuk Kesehatan Mental, Salah Satunya Melawan Stres

Your Say | Selasa, 21 Juni 2022 | 19:04 WIB

Cuma Rabu Besok, Tarif TransJakarta Didiskon Jadi Rp 1

Cuma Rabu Besok, Tarif TransJakarta Didiskon Jadi Rp 1

Bekaci | Selasa, 21 Juni 2022 | 18:35 WIB

Kemnaker Hibahkan Alat Ergonomi Demi Mendukung Pelaksanaan Pengujian K3 di Daerah

Kemnaker Hibahkan Alat Ergonomi Demi Mendukung Pelaksanaan Pengujian K3 di Daerah

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2022 | 15:51 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB