Teknik Regenerasi Sel Otot Bisa Menjadi Pengobatan Baru untuk Serangan Jantung

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 22 Juni 2022 | 16:30 WIB
Teknik Regenerasi Sel Otot Bisa Menjadi Pengobatan Baru untuk Serangan Jantung
Ilustrasi serangan jantung. [Envato]

Suara.com - Ilmuwan telah mengembangkan teknik baru yang dapat memperbaiki serta meregenerasi sel otot jantung setelah serangan jantung atau infark miokard.

Walau baru diuji pada tikus, ilmuwan yakin bila cara ini juga berhasil pada manusia maka berpotensi menjadi pengobatan dibutuhkan banyak orang.

Dilansir Science Alert, ilmuwan menggunakan teknik messenger ribonucleic acid (mRNA). Ini akan menciptakan 'cetak biru' sekuens DNA, digunakan tubuh untuk membangun protein yang membentuk dan mengatur sel.

Para ilmuwan dapat memberi instruksi berbeda pada setiap proses biologis hanya dengan mengutak-atik mRNA.

Tujuan dari teknik ini adalah untuk membuat sel otot jantung bertindak seperti sel punca, yang dapat diubah menjadi berbagai jenis sel khusus.

Ilustrasi penelitian (Shutterstock)

Hasilnya, kurang dari satu persen sel otot jantung dewasa dapat beregenerasi. Artinya, serangan jantung dan penyakit jantung dapat 'meninggalkan' jantung, namun dalam kondisi rapuh secara permanen.

Dalam percobaan di kedua cawan kultur jaringan dan pada tikus hidup, Stemin terbukti mengaktifkan sifat seperti sel punca di kardiomiosit. Sementara YAP5SA memicu pertumbuhan dan replikasi organ.

Proses tersebut telah digambarkan sebagai "game charger" atau pengubah keadaan oleh tim ilmuwan.

Studi in vivo yang melibatkan tikus hidup ini menunjukkan inti miosit bereplikasi setidaknya 15 kali lipat dalam 24 jam setelah penyuntikan Stemin dan YAP5SA, faktor transkripsi bermutasi.

"Ketika kedua faktor transkripsi disuntikkan ke jantung tikus dewasa yang mengalami serangan jantung, hasilnya menajubkan," kata ahli biologi Robert Schwartz dari University of Houston, Texas.

Meski penelitian ini berhasil, masih harus dilakukan studi lebih lanjut pada manusia.

"Ini adalah studi besar dalam regenerasi jantung, terutama mengingat strategi cerdas menggunakan mRNA untuk mengirimkan Stemin dan YAP5SA," tanggap ahli biologi Siyu Xiao dari University of Houston.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miss Brazil 2018 Gleycy Correia Meninggal Akibat Serangan Jantung

Miss Brazil 2018 Gleycy Correia Meninggal Akibat Serangan Jantung

Malang | Rabu, 22 Juni 2022 | 15:32 WIB

Serangan Jantung, Jemaah Haji Kloter Khusus Meninggal di Madinah

Serangan Jantung, Jemaah Haji Kloter Khusus Meninggal di Madinah

News | Rabu, 22 Juni 2022 | 10:13 WIB

Seorang Jamaah Haji Meninggal karena Serangan Jantung, Sempat Sesak Nafas

Seorang Jamaah Haji Meninggal karena Serangan Jantung, Sempat Sesak Nafas

Riau | Rabu, 22 Juni 2022 | 09:38 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB