facebook

Update Covid-19 Global: Thailand Hapus Aturan Wajib Masker di Dalam dan Luar Ruangan

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Update Covid-19 Global: Thailand Hapus Aturan Wajib Masker di Dalam dan Luar Ruangan
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Data Worldometers, Sabtu (25/6/2022) mencatat infeksi baru masih bertambah 698 ribu kasus baru sehari, 1.389 orang yang baru saja meninggal dunia.

Suara.com - Update Covid-19 global hari ini mengabarkan Thailand yang sudah menghapus aturan wajib masker di dalam dan luar ruangan, jadi pertanda terkendalinya kasus Covid-19 di negara tersebut.

Data Worldometers, Sabtu (25/6/2022) mencatat infeksi baru masih bertambah 698 ribu kasus baru sehari, 1.389 orang yang baru saja meninggal dunia.

Kini total yang sudah terinfeksi ada 548 juta orang dan 6,3 juta diantaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang bisa menularkan virus atau kasus aktif tercatat masih ada 18,6 juta orang.

Mengutip Channel News Asia, pengumuman lepas masker ini ditandatangani langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan o cha.

Baca Juga: Kepala Sekolah di Bandung Tidak Boleh Ketinggalan Zaman

Ilustrasi virus corona. [Antara]
Ilustrasi virus corona. [Antara]

"Pemakaian masker medis atau kain harus bersikap sukarela," tulis pengumuman tersebut yang disampaikan pada 23 Juni 2022 lalu.

Berdasarkan aturan Kementerian Kesehatan Masyarakat, pencabutan wajib masker ini berlaku untuk aturan di dalam maupun luar ruangan.

Tapi kementerian tersebut tetap menyarankan orang untuk memakai masker di area ramai, di mana tidak mungkin dilakukan jaga jarak atau tidak ada ventilasi yang baik.

Aturan masker ini juga tetap disarankan untuk mereka yang berisiko tinggi alami gejala berat atau kematian akibat Covid-19, seperti orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun, perempuan hamil, penderita kanker, diabetes, penyakit kardiovaskular hingga penyakit ginjal kronis.

Saran memakai masker ini juga berlaku pada untuk orang yang terinfeksi Covid-19 dan melakukan kontak kepada yang berisiko tinggi, serta orang dengan penyakit pernapasan.

Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Berguru ke Kota Bandung

Selain itu aturan ini juga menjelaskan, tempat hiburan, kelab, bar, hingga restoran yang menjual alkohol tetap diizinkan beroperasi dengan mematuhi aturan dan langkah pencegahan penyakit.

Komentar