Cuma Jualan Semangka, Kakek Ini Mendadak Dapat Ratusan Juta untuk Pengobatan Kanker Cucunya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 26 Juni 2022 | 18:59 WIB
Cuma Jualan Semangka, Kakek Ini Mendadak Dapat Ratusan Juta untuk Pengobatan Kanker Cucunya
Ilustrasi kakek dan cucu (Unsplash)

Suara.com - Seorang kakek bermarga Zhu asal Zhengzhou, provinsi Henan, China tengah, telah mengumpulkan sumbangan lebih dari 100.000 yuan Rp 222,4 juta dalam lima hari untuk pengobatan kanker cucunya yang berusia tiga tahun.

Kakek berumur 70 tahun ini meninggalkan pekerjaannya sebagai penjual semangka demi sang cucu. Biasanya, ia menghabiskan 8 jam sehari mengemudikan traktor di sekitar Zhengzhou sambil menjual semangka seharga 20 yuan atau sekitar Rp 44,5 ribu.

Setelah cucunya didiagnosis Neuroblastomas, sejenis kanker yang memengaruhi jaringan saraf, Zhu menyadari bahwa jualan semangka tidak akan membantu keluarga membayar biaya pengobatan yang ditaksir mencapai 600.000 yuan atau sekitar Rp 1,3 miliar.

Karena putranya bekerja dan menantunya merawat sang cucu, Zhu menyadari bahwa dia harus pulang ke kampung di Kaifeng Henan untuk mencoba mendapat uang tambahan dengan bertani.

Semangka yang dijual sang kakek (Weibo)
Semangka yang dijual sang kakek (Weibo)

Dia pun meninggalkan gerobaknya di pinggir jalan serta memberi catatan yang menjelaskan situasinya. Zhu juga menyertakan kode QR di kios untuk pembayaran sehingga orang-orang tetap bisa membeli semangka walau dia tidak ada.

Tiga hari kemudian, keluarga itu terkejut melihat mereka telah menerima sumbangan sebesar 20.000 yuan atau sekitar Rp 44,5 juta dari orang asing yang baik hati.

Beberapa hari berikutnya, sekitar 3.000 orang asing memberikan sumbangan antara 50 yuan (Rp 741 ribu) hingga 2.000 yuan (Rp 29,7 juta) hingga akhirnya terkumpul sebanyak 100.000 yuan.

"Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan dari semua orang asing, dan saya harus berusaha keras untuk menjual semangka terbaik untuk membalas niat baik," kata Zhu, dilansir South China Morning Post.

Kisah kebaikan dan kasih sayang ini tersebar di media sosial Tiongkok, banyak orang mengatakan bahwa dunia memiliki lebih banyak orang baik daripada yang terkadang kita sadari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Linda Gumelar Ungkap Sosok Mendiang Rima Melati: Motivator Terbaik Bagi Pasien Kanker

Linda Gumelar Ungkap Sosok Mendiang Rima Melati: Motivator Terbaik Bagi Pasien Kanker

Entertainment | Minggu, 26 Juni 2022 | 12:24 WIB

Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Terkena Kanker Pankreas, Kok Bisa?

Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Terkena Kanker Pankreas, Kok Bisa?

Health | Sabtu, 25 Juni 2022 | 20:22 WIB

Sariawan Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Tanda Kanker Mulut, Kenali Gejalanya!

Sariawan Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Tanda Kanker Mulut, Kenali Gejalanya!

Health | Minggu, 26 Juni 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB