Mengetahui Pengobatan Cerebral Palsy, Kondisi yang Sedang Dikaitkan dengan Ganja Medis, Ternyata Begini

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:03 WIB
Mengetahui Pengobatan Cerebral Palsy, Kondisi yang Sedang Dikaitkan dengan Ganja Medis, Ternyata Begini
Ibu bawa poster di CFD perjuangkan ganja medis untuk anaknya penderita cerebral palsy. (Twitter/@andienaisyah)

Suara.com - Cuitan penyanyi Andien Aisyah tentang seorang ibu membawa poster berisi tulisan "Tolong, anakku butuh ganja medis", pada Minggu (26/6/2022), seketika viral di media sosial.

Andien menjelaskan bahwa ibu bernama Santi ini ingin ganja medis dilegalkan demi kebutuhan pengobatan putrinya, Pika, yang menderita cerebral palsy.

"Ternyata namanya Ibu Santi. Anaknya Pika, mengidap Cerebral Palsy. Kondisi kelainan otak yang sulit diobati, dan treatment yang paling efektifnya pake terapi minyak biji ganja / CBD oil," tulas Andien.

Berdasarkan Alodokter, cerebral palsy merupakan kelumpuhan otak yang menyebabkan gangguan pada otot, gerak, dan koordinasi tubuh.

Pada kondisi parah, penderita cerebral palsy dapat mengalami kelumpuhan. Meski kondisinya permanen, ada beberapa perawatan untuk meningkatkan fungsi saraf yang mengatur pergerakan otot.

Ibu ini bentangkan poster tulisan minta ganja medis dilegalkan. (Instagram/viralyes)
Ibu ini bentangkan poster tulisan minta ganja medis dilegalkan. (Instagram/viralyes)

Pengobatan cerebral palsy

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat benar-benar menyembuhkan cerebral palsy. Namun, berikut beberapa perawatan yang dapat menigkatkan kemampuan pasien dalam beraktivitas:

Obat-obatan

Fungsi obat-obatan adalah untuk meredakan nyeri atau melemaskan otot yang kaku agar pasien lebih mudah bergerak. Jenis obat yang digunakan tergantung pada luasnya otot yang kaku.

Dokter juga dapat memberikan suntikan botox setiap 3 bulan pada otot yang kaku. Bila otot yang kaku terjadi di seluruh tubuh, dokter akan meresepkan diazepam, dantrolene, baclofen, atau tizanidine.

Terapi

Berikut terapi untuk mengatasi cerebral palsy:

  • Fisioterapi

Fisioterapi berguna untuk meningkatkan kemampuan gerak dan kekuatan otot, secar mencegah kontraktur atau pemendekan otot yang membuat gerakan menjadi terbatas.

  • Terapi okupasi

Terapi okupasi bertujuan intuk membantu pasien mengatasi kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti duduk, berjalan, hingga berpakaian.

Terapi ini akan membantu meningkatkan kekuatan otot sekaligus kemandirian pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Viral Warga Minta Ganja Medis Dilegalkan: Mari Mengenal Cerebral Palsy, Kondisi yang Dialami oleh Anak dari Santi

Sempat Viral Warga Minta Ganja Medis Dilegalkan: Mari Mengenal Cerebral Palsy, Kondisi yang Dialami oleh Anak dari Santi

Health | Selasa, 28 Juni 2022 | 09:09 WIB

Mengenal Apa Itu Cerebral Palsy, Kondisi yang Ramai Dikaitkan dengan Ganja Medis

Mengenal Apa Itu Cerebral Palsy, Kondisi yang Ramai Dikaitkan dengan Ganja Medis

Health | Selasa, 28 Juni 2022 | 07:59 WIB

Terpopuler Kesehatan: Seputar Episode Manik yang Diduga Dialami Marshanda, Gejala Hingga Penyebab Cerebral Palsy

Terpopuler Kesehatan: Seputar Episode Manik yang Diduga Dialami Marshanda, Gejala Hingga Penyebab Cerebral Palsy

Health | Senin, 27 Juni 2022 | 20:20 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB