Mengenal Apa Itu Cerebral Palsy, Kondisi yang Ramai Dikaitkan dengan Ganja Medis

Agatha Vidya Nariswari

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:59 WIB
Mengenal Apa Itu Cerebral Palsy, Kondisi yang Ramai Dikaitkan dengan Ganja Medis
Apa itu Cerebral Palsy - Ilustrasi ganja - ganja medis itu apa (Pexels)

Suara.com - Sebuah pemandangan tak biasa tampak pada pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor, di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, pada Minggu (26/6/2022) lalu.

Seorang ibu berdiri di tengah keramaian sambil memegang poster berisikan sebuah permintaan agar ganja dilegalkan untuk keperluan medis.

"Tolong, anakku butuh ganja medis," begitu bunyi tulisan dalam poster tersebut.

Di samping ibu tersebut ada anaknya yang duduk di kereta bayi. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain melihat ibunya yang menjadi perhatian banyak orang.

Ternyata anak ibu tersebut menderita cerebral Palsy, sebuah kondisi kelainan otak yang sulit diobati. 

Momen ibu tersebut di CFD terekam oleh kamera Andien Aisyah. Ia lalu mengunggah foto ibu tersebut ke akun Twitternya @andienaisyah.

Karena penasaran, akhirnya Andien mendekati sang ibu yang diketahui bernama Santi. Lalu si ibu menceritakan jika anaknya bernama Pika mengidap penyakit Cerebral Palsy dan penyakitnya bisa disembuhkan dengan terapi menggunakan minyak biji ganja.

Namun, apa sebenarnya Cerebral Palsy dan benarkah pengobatannya bisa dengan menggunakan ganja medis?

Apa Itu Cerebral Palsy?

baca juga

Dikutip dari laman Halodoc, Cerebral Palsy adalah sekelompok gangguan yang mempengaruhi gerak dan tonus otot atau postur tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada otak yang belum matang dan berkembang dan paling sering terjadi sebelum lahir.

Umumnya seorang anak yang mengidap penyakit ini akan melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal.

Anak-anak dengan kondisi Cerebral Palsy memiliki gangguan otak untuk mengontrol gerakan motoriknya sehingga anak dengan kondisi tersebut sangat kesulitan dalam berjalan atau mungkin tidak bisa berjalan sama sekali.

Gejala Cerebral Palsy Pada Anak-anak

Beberapa tanda Cerebral Palsy berdasarkan usianya, di antaranya:

Bayi di bawah usia 6 bulan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Seorang Ibu Butuh Ganja Medis Buat Pengobatan Anaknya, Polda Metro: Tetap Dilarang

Viral Seorang Ibu Butuh Ganja Medis Buat Pengobatan Anaknya, Polda Metro: Tetap Dilarang

News | Senin, 27 Juni 2022 | 20:45 WIB

Viral Ibu Bawa Poster Butuh Ganja untuk Anaknya, Polisi: Tetap Dilarang, Tidak Bisa Digunakan

Viral Ibu Bawa Poster Butuh Ganja untuk Anaknya, Polisi: Tetap Dilarang, Tidak Bisa Digunakan

Kalbar | Senin, 27 Juni 2022 | 20:26 WIB

Ganja Medis itu Apa? Ini Penyakit yang Bisa Diobati Pakai Ganja untuk Medis

Ganja Medis itu Apa? Ini Penyakit yang Bisa Diobati Pakai Ganja untuk Medis

News | Senin, 27 Juni 2022 | 20:17 WIB

Ini Negara yang Melegalkan Ganja untuk Medis, dari Asia hingga Eropa

Ini Negara yang Melegalkan Ganja untuk Medis, dari Asia hingga Eropa

News | Senin, 27 Juni 2022 | 19:54 WIB

5 Fakta Ganja Medis: Ramai Dibutuhkan, Tidak Ada Rencana Dilegalkan

5 Fakta Ganja Medis: Ramai Dibutuhkan, Tidak Ada Rencana Dilegalkan

Health | Senin, 27 Juni 2022 | 16:18 WIB

Terkini

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

×