Ramai Desakan Legalisasi Ganja Medis, Benarkah yang Terbaik Untuk Obati Penyakit?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 29 Juni 2022 | 15:54 WIB
Ramai Desakan Legalisasi Ganja Medis, Benarkah yang Terbaik Untuk Obati Penyakit?
Ilustrasi ganja medis (Pexels)

Suara.com - Penggunaan ganja medis untuk penyakit tertentu telah dilakukan di puluhan negara. Di Belanda, pemanfaatan tanaman ganja untuk non medis bahkan telah dilegalkan.

Walaupun berbagai penelitian telah dilakukan, tetapi belum banyak diketahui tentang efek interaksi ganja medis dengan obat lain.

"Banyak sekali studi tentang ganja. Beberapa bisa menjadi obat, namun masih banyak juga yang belum diketahui tentang tanaman ini dan bagaimana ia berinteraksi dengan obat lain serta tubuh manusia," kata dokter spesialis penyakit dalam Prof. dr. Zubairi Djurban, Sp.PD., dikutip dari tulisannya di Twitter, Rabu (29/6/2022).

Hingga saat ini, juga belum ada bukti kalau kegunaan ganja medis lebih baik daripada obat lain. Prof. Zubairi menyampaikan bahwa setiap dokter perlu mempertimbangkan keamanan ganja dibandingkan dengan obat lain yang akan diresepkan.

"Belum ada bukti obat ganja lebih baik, termasuk untuk nyeri kanker dan epilepsi. Namun ganja medis bisa menjadi pilihan atau alternatif, tapi bukan yang terbaik. Sebab, belum ada juga penyakit yang obat primernya adalah ganja," tegasnya.

Terkait efek samping ketergantungan dan halusinasi dari ganja medis, Prof. Zubairi mengatakan bahwa risiko tersebut tergantung dari pengawasan dan dosis pemakaian. Itulah sebabnya, penggunaan ganja medis harus sangat ketat diawasi dokter yang meresepkannya.

Ia menyampaikan bahwa dosis yang dibutuhkan untuk tujuan medis biasanya jauh lebih rendah daripada untuk rekreasi.

"Yang jelas, saat pengobatan, pasien tidak boleh mengemudi. Kemudian THC (tetrahydrocannabinol) dan CBD (kanabidiol) ini tidak boleh dipakai sama sekali pada perempuan hamil dan menyusui," ujarnya.

Di Amerika Serikat, telah ada sejumlah obat yang terbuat dari ganja dan mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS. Prof. Zubairi mengungkapkan, beberapa obat tersebut, di antaranya obat ganja nabati (Epidiolex) yang mengandung cannabidiol murni (CBD), digunakan untuk mengobati kejang serta kelainan genetik langka.

baca juga

Selain itu juga FDA mengizinkan penggunaan dua obat sintetis THC yang digunakan untuk mengobati mual pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan untuk meningkatkan nafsu makan pada pasien HIV-AIDS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibutuhkan Pengidap Cerebral Palsy, BNN Ungkap Ganja Indonesia Tidak Bisa Diolah Jadi Kebutuhan Medis

Dibutuhkan Pengidap Cerebral Palsy, BNN Ungkap Ganja Indonesia Tidak Bisa Diolah Jadi Kebutuhan Medis

News | Rabu, 29 Juni 2022 | 15:15 WIB

Perjuangan Ganja untuk Medis, Ahli Hukum: Itu Bisa Terjadi di Indonesia, tapi..

Perjuangan Ganja untuk Medis, Ahli Hukum: Itu Bisa Terjadi di Indonesia, tapi..

Jabar | Rabu, 29 Juni 2022 | 15:00 WIB

Wapres Maruf Amin Minta MUI Buat Fatwa Baru Soal Ganja Medis

Wapres Maruf Amin Minta MUI Buat Fatwa Baru Soal Ganja Medis

Bali | Rabu, 29 Juni 2022 | 14:49 WIB

Terkini

Tinted Sunscreen Facetology Ada Berapa Shade? Lihat Kecocokannya dengan Kulit

Tinted Sunscreen Facetology Ada Berapa Shade? Lihat Kecocokannya dengan Kulit

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Kisah Haru Erin, Gajah Berbelalai Buntung yang Kerap 'Minder' di Way Kambas

Kisah Haru Erin, Gajah Berbelalai Buntung yang Kerap 'Minder' di Way Kambas

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Sidang Ijazah Gibran, KBRI Canberra Tegaskan Program Pathway Australia Tak Setara SMA

Sidang Ijazah Gibran, KBRI Canberra Tegaskan Program Pathway Australia Tak Setara SMA

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Hari Batik Nasional: Saat Warisan Budaya Mulai Keluar dari Pakem Busana Formal

Hari Batik Nasional: Saat Warisan Budaya Mulai Keluar dari Pakem Busana Formal

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Sidang MK Gibran, Kemendikdasmen Tegaskan Surat Penyetaraan Bukan Ijazah Baru

Sidang MK Gibran, Kemendikdasmen Tegaskan Surat Penyetaraan Bukan Ijazah Baru

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya

Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Kenapa Listyo Sigit Mendadak Diberhentikan Sebagai Kapolri?

Kenapa Listyo Sigit Mendadak Diberhentikan Sebagai Kapolri?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ulasan Film Lobang Buaya: Babak Baru Sinema Horor Sejarah Garapan Hanung

Ulasan Film Lobang Buaya: Babak Baru Sinema Horor Sejarah Garapan Hanung

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Transformasi Total Blok M Dimulai Pekan Depan, Bakal Dibangun Apartemen hingga Mal Baru

Transformasi Total Blok M Dimulai Pekan Depan, Bakal Dibangun Apartemen hingga Mal Baru

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Pilihan Skuter Matik Berbobot Ringan yang Cocok Temani Mobilitas Harian Para Perempuan

Pilihan Skuter Matik Berbobot Ringan yang Cocok Temani Mobilitas Harian Para Perempuan

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:52 WIB

×