Benarkah Zat Kimia Dalam Kemasan Plastik Bisa Sebabkan Endemi? Begini Kata Ahli

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:45 WIB
Benarkah Zat Kimia Dalam Kemasan Plastik Bisa Sebabkan Endemi? Begini Kata Ahli
Ilustrasi Kemasan plastik mengandung BPA. (Dok: Elements Envanto)

Suara.com - Penggunaan kemasan guna ulang sempat dikhawatirkan menyebabkan potensi kesehatan global. Namun hal itu dibantah oleh Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS.

Ia mengatakan zat-zat kimia yang digunakan sebagai bahan pembantu pembuatan kemasan pangan tidak sampai menimbulkan epidemi. Menurutnya, biasanya yang menyebabkan epidemi itu adalah mikroorganisme seperti bakteri, virus, protozoa, dan cacing.

“Jika dia menyebabkan penyakit tapi penyebabnya dari unsur kimia atau zat kimia, biasanya resiko penyakitnya keracunan seperti gangguan pernapasan hingga kanker tetapi itu degeneratif atau tidak menular dan juga biasanya tidak sampai menimbulkan epidemi,” ujarnya seperti dalam keterangan, Kamis, (30/6/2022). 

Dia menjelaskan ada beberapa istilah terkait skala penyakit di masyarakat. Pertama adalah epidemi, yaitu jika kenaikan kasus penyakit itu terjadi berkali-kali lipat dalam skala yang lokal di daerah tertentu dan pada akhirnya menimbulkan pengaruh dalam konteks kehidupan.

Ilustrasi Kemasan plastik mengandung BPA. (Dok: Elements Envanto)
Ilustrasi Kemasan plastik mengandung BPA. (Dok: Elements Envanto)

“Jadi, disebut epidemi jika tipe penyakit-penyakit yang ada itu lahir pada suatu tempat tertentu dan berkali-kali lipat dalam periode waktu yang ada,” ujarnya.

Tetapi kalau yang kedua yaitu pandemi, adalah kejadian epidemi yang meluas ke seluruh dunia atau masuk ke berbagai negara dan mempengaruhi banyak sektor kehidupan. Menurut Hermawan, biasanya pandemi ini yang mengumumkan sekaligus memiliki kewenangan secara global adalah WHO.

Istilah lainnya adalah endemi, yang menyangkut penyakit tertentu yang bertahan di suatu negara dan sifatnya laten. Penyakit itu resikonya sudah terkendali dengan berbagai macam obat yang sudah ditemukan seperti vaksin.

Dia mencontohkan kasus Covid-19 yang awalnya adalah epidemic disease yang hanya terjadi di kota Wuhan yang merupakan Ibukota Provinsi Hubei Negara Tiongkok. Tapi lama-lama, kasus itu tidak hanya terjadi di Wuhan tetapi sudah meluas dan menular ke seluruh dunia. Pada April 2020 WHO menetapkan statusnya menjadi pandemi karena sudah meluas dan mempengaruhi berbagai sektor kehidupan hingga saat ini.

Dia mengutarakan yang paling sering menjadi penyebab terjadinya endemi dan pandemi itu adalah virus dan utamanya itu dari rumpun virus influenza. Hal itu terjadi karena penularan penyakit yang disebabkan yang begitu cepat.

baca juga

Ditanya apakah ada endemi yang disebabkan faktor keracunan zat-zat kimia dari kemasan pangan selama ini, Hermawan mengatakan belum ada. Hal itu disebabkan penyakit-penyakit yang di dimunculkan itu adalah penyakit yang tidak menular seperti peradangan, resiko kanker, dan gangguan pernapasan.

“Biasanya yang sering menyebabkan endemi itu adalah mikroorganisme seperti bakteri, virus, kemudian cacing. Itu bisa menular yang kadarnya bahkan bisa memunculkan epidemi bisa naik dalam skala global. Tetapi kalau penyakit tertentu yang disebabkan zat kimia apakah itu terkandung dalam bungkus kemasan dan seterusnya itu resikonya biasanya penyakit-penyakit yang degeneratif tapi sulit skalanya besar,” tuturnya.

Sebelumnya, epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan bahwa bahan kimia Bisfenol A (BPA) yang ada dalam kemasan galon guna ulang berpotensi membahayakan kesehatan dan kesehatan publik. Dia mencemaskan soal bahaya BPA di kemasan galon guna ulang itu bersifat global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Pandemi, Begini Cara Mengajak Anak Bersosialisasi di Luar Rumah

Pasca Pandemi, Begini Cara Mengajak Anak Bersosialisasi di Luar Rumah

Lifestyle | Kamis, 30 Juni 2022 | 14:08 WIB

Sudah Telanjur Beli, Apakah Skincare Non-BPOM Aman Digunakan?

Sudah Telanjur Beli, Apakah Skincare Non-BPOM Aman Digunakan?

Lifestyle | Kamis, 30 Juni 2022 | 12:09 WIB

Kurangi Beban Masyarakat, Legislator Minta Anggaran LPG dan BBM Bersubsidi Ditambah

Kurangi Beban Masyarakat, Legislator Minta Anggaran LPG dan BBM Bersubsidi Ditambah

Jabar | Kamis, 30 Juni 2022 | 11:53 WIB

Terkini

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

×