facebook

Benarkah Zat Kimia Dalam Kemasan Plastik Bisa Sebabkan Endemi? Begini Kata Ahli

Bimo Aria Fundrika
Benarkah Zat Kimia Dalam Kemasan Plastik Bisa Sebabkan Endemi? Begini Kata Ahli
Ilustrasi Kemasan plastik mengandung BPA. (Dok: Elements Envanto)

Dia mengutarakan yang paling sering menjadi penyebab terjadinya endemi dan pandemi itu adalah virus dan utamanya itu dari rumpun virus influenza.

Suara.com - Penggunaan kemasan guna ulang sempat dikhawatirkan menyebabkan potensi kesehatan global. Namun hal itu dibantah oleh Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS.

Ia mengatakan zat-zat kimia yang digunakan sebagai bahan pembantu pembuatan kemasan pangan tidak sampai menimbulkan epidemi. Menurutnya, biasanya yang menyebabkan epidemi itu adalah mikroorganisme seperti bakteri, virus, protozoa, dan cacing.

“Jika dia menyebabkan penyakit tapi penyebabnya dari unsur kimia atau zat kimia, biasanya resiko penyakitnya keracunan seperti gangguan pernapasan hingga kanker tetapi itu degeneratif atau tidak menular dan juga biasanya tidak sampai menimbulkan epidemi,” ujarnya seperti dalam keterangan, Kamis, (30/6/2022). 

Dia menjelaskan ada beberapa istilah terkait skala penyakit di masyarakat. Pertama adalah epidemi, yaitu jika kenaikan kasus penyakit itu terjadi berkali-kali lipat dalam skala yang lokal di daerah tertentu dan pada akhirnya menimbulkan pengaruh dalam konteks kehidupan.

Baca Juga: 4 Obat Dapat Izin Sebagai Obat Terapi COVID-19 di Indonesia

Ilustrasi Kemasan plastik mengandung BPA. (Dok: Elements Envanto)
Ilustrasi Kemasan plastik mengandung BPA. (Dok: Elements Envanto)

“Jadi, disebut epidemi jika tipe penyakit-penyakit yang ada itu lahir pada suatu tempat tertentu dan berkali-kali lipat dalam periode waktu yang ada,” ujarnya.

Tetapi kalau yang kedua yaitu pandemi, adalah kejadian epidemi yang meluas ke seluruh dunia atau masuk ke berbagai negara dan mempengaruhi banyak sektor kehidupan. Menurut Hermawan, biasanya pandemi ini yang mengumumkan sekaligus memiliki kewenangan secara global adalah WHO.

Istilah lainnya adalah endemi, yang menyangkut penyakit tertentu yang bertahan di suatu negara dan sifatnya laten. Penyakit itu resikonya sudah terkendali dengan berbagai macam obat yang sudah ditemukan seperti vaksin.

Dia mencontohkan kasus Covid-19 yang awalnya adalah epidemic disease yang hanya terjadi di kota Wuhan yang merupakan Ibukota Provinsi Hubei Negara Tiongkok. Tapi lama-lama, kasus itu tidak hanya terjadi di Wuhan tetapi sudah meluas dan menular ke seluruh dunia. Pada April 2020 WHO menetapkan statusnya menjadi pandemi karena sudah meluas dan mempengaruhi berbagai sektor kehidupan hingga saat ini.

Dia mengutarakan yang paling sering menjadi penyebab terjadinya endemi dan pandemi itu adalah virus dan utamanya itu dari rumpun virus influenza. Hal itu terjadi karena penularan penyakit yang disebabkan yang begitu cepat.

Baca Juga: Pilu! Wanita Curhat Suami Ogah Kerja Sejak Pandemi dan Lebih Banyak Main PES, Kini Ingin Cerai: Kurasa Sudah Toxic

Ditanya apakah ada endemi yang disebabkan faktor keracunan zat-zat kimia dari kemasan pangan selama ini, Hermawan mengatakan belum ada. Hal itu disebabkan penyakit-penyakit yang di dimunculkan itu adalah penyakit yang tidak menular seperti peradangan, resiko kanker, dan gangguan pernapasan.

Komentar