Mantap! Kemenkes Sebut Nantinya RSUD di Indonesia Sudah Bisa Layani Sakit Kanker

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:53 WIB
Mantap! Kemenkes Sebut Nantinya RSUD di Indonesia Sudah Bisa Layani Sakit Kanker
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Pusat Kanker Nasional Indonesia, RS Kanker Dharmais akan mengembangkan pelayanan kanker di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh Indonesia.

Tujuannya agar, RS Dharmais tidak terlalu terbebani dengan penyakit kanker di seluruh Indonesia. Apalagi kanker adalah 1 dari 4 penyakit dasar kronik penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

"Sudah disampaikan, bahwa kita akan memperluas jangkauan layanan kanker tidak hanya di Dharmais saja, karena kalau hanya Dharmais yang dibebankan, dengan kasus kanker yang tinggi, maka Dharmais tidak akan mampu," ujar Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg. Arianti Anaya dalam acara diskusi Telemonitoring ECHO, Kamis (30/6/2022).

Berdasarkan pemaparan Presiden Direktur RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko Werdi Nindito, dikatakan pihaknya akan mengembangkan layanan kanker di berbagai RSUD di Indonesia. Hal inilah yang diapresiasi drg. Aranti terhadap program dan ide gagasan tersebut.

Ilustrasi kanker prostat. (Elements Envato)
Ilustrasi kanker prostat. (Elements Envato)

"Dengan Telemonitoring ECHO ini semuanya akan mungkin, dan nantinya nakesnya akan kita siapkan," ujar drg. Arianti.

Seperti diketahui, program Telemonitoring ECHO berfokus pada memindahkan dan menyebarkan pengetahuan ke berbagai daerah, bukan memindahkan orang yang sakit berkumpul ke satu tempat untuk mendapatkan pelayanan.

Kemenkes sendiri menurut drg. Arianti akan mewadahi para nakes untuk mendapatkan beasiswa pendidikan spesialis hingga pendidikan fellowship. Sehingga nantinya sebaran nakes, dokter umum, dokter gigi, dokter bedah, dokter anak, maupun dokter spesialis dasar sudah tersedia di semua RSUD.

Apalagi di 2023 mendatang, Kemenkes segera memastikan semua nakes yang bekerja di rumah sakit atau klinik pemerintah seperti RSUD atau rumah sakit pemerintah, sudah diangkat sebagai PNS atau pegawai negeri sipil.

"Semakin cepat permasalahan kompetensi tenaga kesehatan diselesaikan, maka pelayanan kesehatan yang ingin dicapai ini bisa segera kita wujudkan," tutup drg. Arianti.

Baca Juga: 6 Manfaat Daun Pepaya yang Dapat Menurunkan Risiko Kanker

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI