facebook

4 Masalah Paru-paru yang Rentan Dialami Perokok Aktif

Risna Halidi
4 Masalah Paru-paru yang Rentan Dialami Perokok Aktif
Ilustrasi rokok (pexels) /Irina Iriser/sumaiyah.

Ada lebih dari 4.000 bahan kimia seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar dalam sebatang rokok.

Suara.com - Perokok aktif memiliki kondisi paru yang berbeda dengan orang yang tidak merokok. Terlebih kebiasaan merokok dapat mengurangi fungsi kerja organ vital tubuh manusia tersebut.

Dikutip dari Hello Sehat, ada lebih dari 4.000 bahan kimia seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar dalam sebatang rokok.

Zat kimia dalam rokok juga dapat merangsang sel-sel membran penghasil lendir menjadi lebih produktif. Akibatnya, jumlah lendir akan semakin banyak yang kemudian membuat lapisan tebal mengelilingi paru.

Paru-paru tidak dapat membersihkan lendir tersebut sehingga menimbulkan penyumbatan. Jika hal ini terjadi, tubuh Anda tentu tidak akan diam saja.

Baca Juga: Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia Setelah Idap Infeksi Paru-paru, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Tubuh akan mengeluarkan ekstra lendir dari tubuh melalui batuk. Inilah sebabnya kenapa perokok sering kali batuk disertai lendir (dahak).

Ilustrasi batuk tak kunjung sembuh yang menahun. (Foto oleh Vlada Karpovich dari Pexels)
Ilustrasi batuk. (Foto oleh Vlada Karpovich dari Pexels)

Lebih lanjut, berikut ulasan tentang berbagai penyakit paru-paru yang umumnya dialami oleh para perokok.

1. Bronkitis Kronis
Bronkitis kronis merupakan bagian dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini menandakan adanya peradangan pada lapisan tabung bronkial (saluran yang membawa udara ke dan dari paru).

Peradangan tersebut menyebabkan lendir terlalu lengket hingga akhirnya menghambat aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru. Lambat laun, aliran udara jadi semakin buruk dan mengakibatkan sulit bernapas.

2. Emfisema
Selain bronkitis, paru-paru perokok aktif juga bisa terkena penyakit emfisema. Penyakit ini menandakan bahwa alveoli (kantung udara pada paru) rusak, melemah, dan akhirnya pecah.

Baca Juga: Alami Infeksi Paru-paru, Kondisi Menpan RB Tjahjo Kumolo Mulai Membaik

Kondisi ini mengurangi luas permukaan paru dan jumlah oksigen yang dapat mencapai aliran darah.

Orang dengan emfisema cenderung kesulitan untuk bernapas ketika melakukan aktivitas berat atau berolahraga karena paru kehilangan kelenturannya.

3. Kanker Paru
Masalah lain yang tak kalah serius dan sangat rentan menyerang paru-paru perokok aktif adalah kanker paru.

Zat kimia pada rokok yang masuk ke tubuh kemungkinan besar merangsang pertumbuhan sel pada paru jadi tidak normal. Jika Anda sudah memiliki bronkitis atau emfisema, risiko terkena kanker paru-paru jadi lebih tinggi.

4. Pneumonia
Pneumonia menandakan adanya infeksi pada kantung udara di paru, entah itu karena bakteri, virus, atau jamur.

Namun, jika Anda perokok aktif, kebiasaan ini dapat menurunkan sistem imun untuk melawan patogen penyebab pneumonia.

Menjadi perokok aktif membuat Anda lebih mungkin terkena pneumonia jika Anda juga sudah memiliki PPOK, seperti bronkitis atau emfisema.

Komentar