facebook

Wabah Listeria Misterius, AS Laporkan 22 Orang Dirawat dan 1 Orang Meninggal

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Wabah Listeria Misterius, AS Laporkan 22 Orang Dirawat dan 1 Orang Meninggal
Ilustrasi sakit perut sebagai salah satu gejala penyakit listeriosis. (Elements Envato)

Penyakit listeriosis disebabkan oleh bakteri listeria monocytogenes, yang kerap ditemukan di tanah, air, lingkungan lembap, sayuran membusuk, dan di bangkai hewan.

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengumumkan wabah listeria misterius telah membuat 23 orang di AS jatuh sakit, dengan 22 orang harus dirawat di rumah sakit, dan satu meninggal dunia.

Kasus ini terjadi berkisar antara 24 Januari 2021 dan 12 Juni 2022, dengan 16 dari 23 kasus terjadi tahun ini.

Penyakit listeriosis disebabkan oleh bakteri listeria monocytogenes, yang kerap ditemukan di tanah, air, lingkungan lembap, sayuran membusuk, dan di bangkai hewan.

Adapun bakteri ini umumnya menular melalui makanan yang terkontaminasi, karena bakteri bisa mengontaminasi di setiap proses pemanenan atau proses pengantaran.

Baca Juga: Terungkap, Asal Usul Jamur Enoki Mengandung Listeria Masuk ke Indonesia

Mengutip Live Science, Sabtu (2/7/2022), sebelumnya wabah listeriosis di AS dikaitkan dengan berbagai macam produk seperti susu yang tidak dipasteurisasi, es krim, ikan asap, hot dog, sayuran mentah atau olahan.

Tapi untuk puluhan kasus yang baru terjadi ini, menurut CDC, belum teridentifikasi sumber makanan penyebabnya.

Kasus sendiri berasal dari 10 negara bagian yakni Colorado, Georgia, Illinois, Kansas, Massachusetts, Minnesota, New Jersey, New York, Pennsylvania dan Florida, negara ditemukannya 12 dari 23 kasus.

Adapun 20 orang yang jatuh sakit dilaporkan tinggal atau bepergian ke Florida pada bulan sebelum mereka jatuh sakit.

Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit parah pada ibu hamil, bayi baru lahir, orang berusia 65 tahun ke atas atau orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Baca Juga: Tak Kalah Nikmat, Pria Gunungkidul Ini Kembangkan Alternatif Jamur Enoki

Untuk orang di luar kelompok ini, mereka tetap bisa tertular tapi sangat jarang menyebabkan sakit parah, karena sistem kekebalan tubuhnya cenderung lebih baik.

Adapun gejala bisa muncul dalam dua minggu setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, tapi ada juga gejala baru muncul setelah 70 hari mengonsumsi makanan tersebut.

Komentar