Anak Disunat? Orangtua Wajib Kenali Tanda Infeksinya dan Apa yang Harus Dilakukan!

Senin, 04 Juli 2022 | 14:25 WIB
Anak Disunat? Orangtua Wajib Kenali Tanda Infeksinya dan Apa yang Harus Dilakukan!
Petugas medis dari Rumah Sunat dr Mahdian bersiap mengkhitan di rumah pasien di Gaga, Ciledug, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/5/2020). Selama masa pandemi COVID-19 penyedia layanan khitan tersebut melakukan praktik langsung ke rumah pasien dengan menggunakan standar alat pelindung diri (APD) lengkap untuk mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona. [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww]

Suara.com - Saat libur panjang, banyak orangtua pilih untuk melakukan sunat pada anak lelakinya. Tapi sayangnya masih banyak yang belum tahu tanda infeksi penis setelah disunat.

Padahal menurut Dokter Bedah Umum Primaya Hospital Tangerang, dr. Richard M.Kes Sp.B tanda infeksi pada penis yang disunat perlu diketahui untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat.

"Untuk setiap tindakan medis pasti selalu memiliki resiko baik itu pendarahan maupun infeksi," ujar dr. Richard saat menjadi koordinator Primaya Hospital Group di event bakti sosial sunat massal di Kebayoran, Jakarta beberapa waktu lalu.

Sunat adalah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Tujuan untuk menjaga kebersihan alat kelamin dari infeksi patogen, kuman, maupun virus sekalipun.

Adapun tanda infeksi penis yang disunat terlihat dengan keluarnya nanah atau cairan kekuningan dari bekas luka pemotongan kulup. Ditambah beberapa saat setelah sunat, anak tersebut demam dan nyeri, sebaiknya segera mencari pertolongan.

"Tanda-tanda pendarahan adalah ketika terjadi pendarahan terus menerus selama dua hari maka baiknya setelah itu terjadi kembali ke fasilitas kesehatan tempat sunat," jelasnya.

Ia juga tidak mempermasalahkan jika orangtua pilih membilas penis dengan air infus yang diresepkan setelah sunat. Tapi tindakan bisa dilakukan jika orangtua paham dan telah teredukasi oleh dokter.

"Biasanya setelah pulang dari sunat, orangtua akan diberikan kertas untuk perawatan lukanya. Entah diberikan salep setiap hari 3x1 kemudian pencucian lukayang setiap habis BAK (buang air kecil) disiram, edukasi tersebutlah yang kita berikan," tutupnya.

Baca Juga: Orang Tua Harus Tahu, Ini Kondisi Penis yang Membuat Anak Tak Bisa Disunat!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI