Orangtua, Yuk Ketahui 7 Pola Asuh Buruk yang Sering Dilakukan Tanpa Disadari!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 06 Juli 2022 | 08:05 WIB
Orangtua, Yuk Ketahui 7 Pola Asuh Buruk yang Sering Dilakukan Tanpa Disadari!
Ilustrasi Pola Asuh Salah. (freepik.com/master1305)

Suara.com - Tak ada rumus pasti seperti apa pola asuh yang baik untuk anak. Padahal, pola asuh yang baik penting dilakukan karena akan sangat berpengaruh terhadap perilaku anak. Meski demikian, ada beberapa tanda dampak dari pola asuh yang kurang baik.

Misalnya, ketika anak-anak mencoba melarikan diri dari orangtua. Hal itu bisa berarti ada sesuatu janggal di rumah. Dikutip dari Times of India, berikut tujuh dampak dari pola asuh yang salah, yang bisa memengaruhi masa depan anak.

1. Terlalu Mengekang atau Terlalu Bebas
Terlalu mengekang atau membebaskan anak bisa berdampak buruk bagi anak. Dikatakan, menerapkan pola disiplin ketat akan memperlebar jarak komunikasi antara orangtua dengan anak.

Sementara terlalu membebaskan anak melakukan apa pun juga berisiko membuatnya berperilaku seenaknya atau tidak bertanggungjawab. Bagaimanapun, ikatan orangtua tidak akan terlepas dari anak. Oleh karena itu, orangtua harus memahami cara terbaik untuk menangani anak-anak.

2. Memberi Hukuman Fisik
Menurut American Academy of Pediatrics, mengajarkan pola disiplin dengan cara kasar, seperti berteriak dan memukul, merupakan cara yang buruk dalam mendidik anak.
Penelitian menunjukkan bahwa cara itu punya efek negatif jangka panjang. Anak-anak yang terkena hukuman seperti itu cenderung mengembangkan perilaku agresif ketika tumbuh dewasa.

3. Plin Plan
Jika orangtua telah membuat aturan di dalam rumah, sebaiknya jangan sekalipun melanggarnya di depan anak. Ketidakkonsistenan orangtua terhadap aturan, janji, dan komitmen akan menuoar pada anak dan dijadikan alasan untuk mengikuti kebiasaan itu.

Tetapi, jika pada akhirnya aturan dilanggar juga, bersikap adil dengan menetapkan konsekuensi untuk itu. Berikan contoh di depan anak tentang mengapa aturan tidak boleh dilanggar.

4. Tidak Berhati-hati dengan Suasana Hati
Menjadi orang tua adalah fase terberat dalam hidup seseorang. Sementara di satu sisi menjadi orang tua menuntut semua energi dan kerja keras, di sisi lain juga dituntut untuk menjadi panutan bagi anak.

Kontrol emosi secara baik setiap kali berada di deoan anak. Jika merasa kesal, pastikan tidak melampiaskan rasa frustrasi di hadapan anak.

baca juga

5. Jarang Berinteraksi
Karena kehidupan kantor yang sibuk, banyak orangtua tidak mendapatkan cukup waktu untuk berbicara dengan anak-anaknya. Karena kesenjangan komunikasi yang terlihat, anak-anak menyimpan kekhawatiran mereka untuk diri sendiri, atau mencari teman juga anggota keluarga lainnya.

6. Memberi Hadiah Mahal
Sangat sering terlihat bahwa orang tua mencoba memberi anak-anak mereka barang-barang mahal untuk mengimbangi kesenjangan komunikasi dan interaksi. Mereka berasumsi bahwa beralih ke hadiah mahal akan mempertahankan ikatan orangtua dengan anak.

Padahal tindakan itu membuat anak-anak bergantung pada produk mahal dan dalam jangka panjang bisa berubah menjadi dorongan yang tak tertahankan.

7. Membandingkan
Aturan emas mengasuh anak adalah tidak membandingkan dengan anak orang lain. Kemampuan anak tidak boleh menjadi tolok ukur untuk mengukur efisiensi orangtua. Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan berbeda-beda. Orang tua sebaiknya fokus terhadap bakat alami anak-anaknya, daripada memikirkan apa yang dilakukan anak tetangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Tersangka Pencabulan Sejak 2019 hingga DPO, Anak Kiai di Jombang Belum Juga Ditangkap

Jadi Tersangka Pencabulan Sejak 2019 hingga DPO, Anak Kiai di Jombang Belum Juga Ditangkap

Purwokerto | Selasa, 05 Juli 2022 | 23:13 WIB

Hari Keluarga Nasional, BKKBN Ingatkan Lagi Bahaya Stunting Bagi Masa Depan Anak Indonesia

Hari Keluarga Nasional, BKKBN Ingatkan Lagi Bahaya Stunting Bagi Masa Depan Anak Indonesia

Health | Selasa, 05 Juli 2022 | 23:05 WIB

Karyawan Cuci Steam di Sunter Nyaris Diseruduk Mobil Ronny Sang Penculik Anak dan Polisi Gadungan

Karyawan Cuci Steam di Sunter Nyaris Diseruduk Mobil Ronny Sang Penculik Anak dan Polisi Gadungan

Jakarta | Selasa, 05 Juli 2022 | 20:42 WIB

Terkini

Bukalapak Bangun Mesin Pertumbuhan Baru, Teknologi Gaming Jadi Senjata Ekspansi Global Lewat Joytify

Bukalapak Bangun Mesin Pertumbuhan Baru, Teknologi Gaming Jadi Senjata Ekspansi Global Lewat Joytify

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:52 WIB

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:48 WIB

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:46 WIB

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:43 WIB

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:37 WIB

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:35 WIB

×