facebook

Update Covid-19 Global: Hong Kong Akan Kurangi Waktu Karantina Bagi Turis Asing

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Update Covid-19 Global: Hong Kong Akan Kurangi Waktu Karantina Bagi Turis Asing
Hong Kong.(Pexels)

Hong Kong masih memberlakukan karantina hotel selama 7 hari bagi turis asing, dengan menggunakan biaya sendiri.

Suara.com - Update Covid-19 global hari ini mengabarkan Hong Kong yang berencana mengurangi waktu karantina bagi turis asing.

Mengutip Channel News Asia, rencana mengurangi waktu karantina turis asing dilakukan sambil tetap mencegah penularan kasus Covid-19, dan rumah sakit terhindar dari lonjakan kasus.

Hal ini diumumkan langsung Kepala Eksekutif Hong Kong yang baru menjabat, John Lee, yang mengatakan kebijakan nol Covid-19 harus tetap membuat turis asing merasa nyaman.

"Saya sadar Hong Kong tetap harus terbuka dan nyaman bagi turis asing, tapi di saat bersamaan juga harus bisa mengatasi risiko Covid-19," ujar Lee.

Baca Juga: Pasca Dua Hari Bertemu Xi Jinping, Legislator Hong Kong Positif Covid-19

Inilah sebabnya ia telah meminta Menteri Kesehatan Lo Chung-mau untuk memperpendek waktu karantina wajib bagi turis asing. Tapi sayangnya, ia tidak merinci lebih lanjut berapa lama waktu karantina yang diperlukan.

"Saya memberinya waktu untuk melihat data, sehingga ia akan merumuskan beberapa opsi yang mungkin bisa kami pertimbangkan," jelas Lee.

Sementara itu, selain China, Hong Kong adalah area yang menerapkan pembatasan perjalanan paling ketat di dunia. Kota ini masih memberlakukan karantina hotel selama 7 hari bagi turis asing, dengan menggunakan biaya sendiri.

Ditambah, turis juga harus memenuhi serangkaian syarat ketat sebelum terbang ke Hong Kong.

Data Worldometers, Rabu (6/7/2022) mencatat infeksi baru masih bertambah 751 ribu kasus dalam sehari, dan sebanyak 1.197 orang yang baru saja meninggal dunia.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Muncul Klaster Baru, China Kembali Memperketat Aturannya

Kini total yang sudah terinfeksi ada 556 juta orang dan 6,3 juta diantaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang bisa menularkan virus atau kasus aktif tercatat masih ada 19,1 juta orang.

Komentar