Kasus Kelaparan di Dunia Meningkat Tajam Sejak Pandemi Covid-19: 828 Juta Orang Kena Dampak

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Kamis, 07 Juli 2022 | 19:47 WIB
Kasus Kelaparan di Dunia Meningkat Tajam Sejak Pandemi Covid-19: 828 Juta Orang Kena Dampak
Kasus kelaparan. [shutterstock]

Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat jumlah orang yang terkena dampak kelaparan secara global telah meningkat secara signifikan sejak pandemi Covid-19.

Laporan tersebut membuktikan bahwa dunia sedang bergerak mundur dalam upaya menghilangkan kelaparan, kerawanan pangan, dan kekurangan gizi.

Dalam laporan The State of Food Security and Nutrition in the World (SOFI) edisi terbaru, tertulis 828 juta orang terdampak kelaparan pada 2021, meningkat sekitar 46 juta sejak 2020 dan 150 juta sejak munculnya pandemi infeksi virus corona.

Proporsi orang yang terkena dampak kelaparan melonjak menjadi 9,8 persen dari populasi dunia pada 2021, dibandingkan dengan 8 persen pada 2019 dan 9,3 persen pada 2020.

Lebih dari 2 miliar orang menghadapi kerawanan pangan

Anak-anak kelaparan di Somalia. (Shutterstock)
Anak-anak kelaparan di Somalia. (Shutterstock)

Pandemi Covid-19 juga memperburuk kerawanan pangan di seluruh dunia. Artinya, banyak negara mengalami ketidakcukupan pangan untuk memenuhi standar kebutuhan, lapor The Health Site.

Pada 2021 sekitar 2,3 miliar orang di dunia (29,3 persen dari populasi dunia) mengalami kerawanan pangan sedang atau parah, meningkat 350 sejak pandemi.

Hampir 924 juta orang (11,7 persen dari populasi global) menghadapi kerawanan pangan pada tingkat parah, (meningkat) 207 juta lebih dari dua tahun sebelumnya.

Laporan tersebut juga menyoroti kesenjangan gender dalam kerawanan pangan yang terus melebar secara global.

baca juga

Pada 2021, 31,9 persen wanita di dunia mengalami kerawanan pangan sedang atau parah, dibanding 27,6 persen pria.

Lebih dari 3 miliar orang tidak mampu membeli makanan sehat

Pandemi Covid-19 dan langkah-langkah yang diambil memiliki dampak besar pada ekonomi global, yang menyebabkan inflasi harga pangan konsumen.

Dampaknya tercermin dalam laporan PBB, yang menyatakan bahwa hampir 3,1 miliar orang tidak mempu membeli makanan sehat pada 2020, naik 112 juta dari 2019.

Akibatnya, sekitar 45 juta anak di bawah usia lima tahun menderita wasting (bentuk malnutrisi paling mematikan), yang meningkatkan risiko kematian anak hingga 12 kali lipat.

Selain itu, 149 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami pertumbuhan dan perkembangan terhambat karena kakurangan nutrisi esensial. Sementara 39 juta mengalami kelebihan berat badan.

"Setiap tahun, 11 juta orang meninggal karena pola makan yang tidak sehat. Naiknya harga pangan berarti ini hanya akan bertambah buruk," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Diperkirakan hampir 670 juta orang (8 persen dari populasi dunia) masih akan menghadapi kelaparan pada 2030, bahkan jika pemulihan ekonomi global dipertimbangkan.

Tedros pun mengimbau semua negara untuk bekerja sama mencapai target gizi global 2030.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Universitas Yale: Pandemi Covid-19 Akan Berakhir Tahun 2024

Studi Universitas Yale: Pandemi Covid-19 Akan Berakhir Tahun 2024

Health | Rabu, 06 Juli 2022 | 19:28 WIB

Syarat Perjalanan Transportasi Wajib Vaksin Booster Masih Tunggu Aturan

Syarat Perjalanan Transportasi Wajib Vaksin Booster Masih Tunggu Aturan

Bisnis | Selasa, 05 Juli 2022 | 19:11 WIB

Aturan Baru, Syarat Perjalanan Kini Wajib Vaksin Booster

Aturan Baru, Syarat Perjalanan Kini Wajib Vaksin Booster

News | Senin, 04 Juli 2022 | 17:18 WIB

Terkini

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 08:32 WIB

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+  Ditonton 6 Juta Kali

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+ Ditonton 6 Juta Kali

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:30 WIB

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:17 WIB

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:15 WIB

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:11 WIB

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:07 WIB

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:06 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:01 WIB

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 08:00 WIB

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:59 WIB

×