Ketahui Hal yang Harus Dilakukan Usai Membekukan Sel Telur di Klinik

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 18 Juli 2022 | 09:24 WIB
Ketahui Hal yang Harus Dilakukan Usai Membekukan Sel Telur di Klinik
ilustrasi sperma menuju sel telur.[Pexels]

Suara.com - Menyimpan sel telur (egg banking), embrio ataupun gamet kini sudah jadi hal yang umum, mengingat teknologi medis bayi tabung sudah mewadahi orang dengan masalah kesuburan atau infertilitas agar bisa memiliki buah hati.

Tapi sayangnya, tidak banyak orang yang tahu apa yang harus mereka lakukan jika sudah menyimpan sel telur atau menjalani tindakan egg banking.

Padahal menurut CEO Morula Indonesia, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, SpOG, seseorang yang sudah menyimpan sel telur, embrio ataupun gamet di klinik, maka mereka harus bertanggung jawab dan selalu memberikan kabar.

Sel telur atau ovum adalah sel reproduksi perempuan yang akan dibuahi oleh sperma, dan membentuk janin. Embrio adalah adalah proses reproduksi anak di awal perkembangan janin.

Sedangkan gamet adalah sel yang terdiri dari sel telur dan sel sperma, yang berisi kromosom atau materi sifat genetik yang akan diturunkan dari setiap orangtua.

Ilustrasi sel sperma dan sel telur (Shutterstock).
Ilustrasi sel sperma dan sel telur (Shutterstock).

"Klinik kan memang mempunyai satu aturan dimana pasien harus bertanggung jawab bahwa dia mempunyai gamet, telur ataupun embrio maka dia harus memberikan update ke kita setahun sekali," ujar Dr. Ivan kepada suara.com di Mal Kota Kasanblanka beberapa waktu lalu.

Ia mengungkap bahwa kadang banyak orang lupa, bahwa ia pernah menyimpan sel telur, embrio maupun gametnya di klinik, sehingga umumnya klinik akan selalu mengirimkan reminder atau pengingat.

"Tapi kenyataannya jika mereka tidak memberikan nomor telepon, email atau hal yang bisa dihubungi kita tetap memberikan reminder," tutup Dr. Ivan.

Sementara itu umumnya, perempuan menyimpan sel telur karena harus menjalani terapi kanker seperti kemoterapi, yang efek sampingnya bisa menghancurkan atau bahkan menghilangkan sel telur dalam jumlah besar.

Setelah disimpan, setelah tindakan terapi selesai orang tersebut bisa kembali menggunakan sel telur untuk dibuahi oleh sperma suami, setelah menjadi embrio maka akan kembali dimasukan ke dalam rahim perempuan tersebut.

Tapi beberapa perempuan juga menyimpan sel telur karena belum ingin memiliki keturunan atau sedang fokus membangun karir, lalu berharap kualitas sel telurnya tidak berkurang, maka bisa disimpan untuk bisa digunakan kemudian hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tora Sudiro Unggah Foto Berlibur di Pantai Bareng 4 Anak Gadisnya, Netizen Berlomba Mau Besanan

Tora Sudiro Unggah Foto Berlibur di Pantai Bareng 4 Anak Gadisnya, Netizen Berlomba Mau Besanan

Entertainment | Senin, 18 Juli 2022 | 09:12 WIB

Bikin Merinding, Anak Raditya Dika Rekam Video Penampakan: Mana Hantu yang Makan Rambut Aku?

Bikin Merinding, Anak Raditya Dika Rekam Video Penampakan: Mana Hantu yang Makan Rambut Aku?

Health | Senin, 18 Juli 2022 | 08:59 WIB

Sumsel Sepekan, Air Sungai Musi Makin Tercemar dan 5 Berita Menarik Lainnya

Sumsel Sepekan, Air Sungai Musi Makin Tercemar dan 5 Berita Menarik Lainnya

Sumsel | Senin, 18 Juli 2022 | 08:54 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB