Rokok Bisa Bikin Kecanduan karena Adanya Nikotin, Begini Caranya Memengaruhi Otak

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 20 Juli 2022 | 15:56 WIB
Rokok Bisa Bikin Kecanduan karena Adanya Nikotin, Begini Caranya Memengaruhi Otak
Ilustrasi merokok (freepik.com/ArthurHidden)

Suara.com - Tembakau merupakan zat yang adiktif. Penelitian telah menemukan bahwa merokok tembakau bisa membuat ketagihan seperti heroin dan kokain.

Apa yang membuat merokok tembakau menjadi sangat adiktif hingga menyebabkan banyak orang sulit berhenti?

Jawabannya berkaitan dengan bagaimana tembakau mengubah cara kerja otak, membuat kita menginginkan lebih. Keinginan tersebut muncul karena kandungan nikotin, zat psikoaktif dengan potensi adiktif yang tinggi.

Zat psikoaktif merupakan zat yang memengaruhi cara kerja otak, dilansir Live Science.

Menurut National Cancer Institute (NCI), zat psikoaktif juga menyebabkan perubahan suasana hati, kesadaran, pikiran, perasaan, atau perilaku. Contoh lain zat psikoaktif adalah LSD, alkohol, kafein.

Ilustrasi Merokok. (unsplash.com/@ricardo4to)
Ilustrasi Merokok. (unsplash.com/@ricardo4to)

Nikotin sangat adiktif ketika dihisap atau dibawa ke paru-paru karena permulaan efek seperti stimulan.

Meski awal kenikmatan dari merokok dirasakan segera setelah melakukannya, itu juga menghilang secara cepat. Karenanya, perokok akan merokok lagi untuk merasakan stimulan yang sama.

Saat tembakau dikonsumsi, kadar nikotin dalam aliran darah menanjak dan masuk ke otak. Lalu, nikotin mengaktifkan reseptor yang melepaskan dopamin, membuat perokok merasa lebih baik.

Akibatnya, otak perokok dengan cepat menganggap nikotin sebagai zat yang membuat 'merasa enak' dan akan mendambakannya.

Merokok dalam jangka panjang meningkatkan jumlah reseptor nikotin di otak.

"Jika seseorang merokok secara teratur selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, otak akan terbiasa dengan nikotin sampai pada titik di mana, mereka membutuhkan nikotin untuk berfungsi dengan baik," jelas psikolog klinis di Wayne State University di Detroit, Michigan, David Ledgerwood.

Selama periode tidak konsumsi nikotin, mereka mengalami gejala penarikan fisik sampai otak menyesuaikan diri. Gejalanya, bisa berupa kesulitan berkonsentrasi, insomnia, depres, dan kurang nafsu makan.

Itulah salah satu faktor mengapa banyak perokok kesulitan menghentikan kebiasaannya. Terlebih, rokok terjual di mana-mana, yang sangat mudah dijangkau oleh banyak orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Perokok Aktif, Pasangan Suami Istri Ini Idap Kanker Paru-Paru Stadium 4 Bersamaan!

Bukan Perokok Aktif, Pasangan Suami Istri Ini Idap Kanker Paru-Paru Stadium 4 Bersamaan!

Health | Rabu, 20 Juli 2022 | 14:07 WIB

4 Rekomendasi Stasiun untuk Perokok di KA Tawang Alun

4 Rekomendasi Stasiun untuk Perokok di KA Tawang Alun

| Rabu, 20 Juli 2022 | 10:03 WIB

Jemaah Haji Terancam Denda Rp 800 Ribu Bila Merokok di Area Masjid Nabawi

Jemaah Haji Terancam Denda Rp 800 Ribu Bila Merokok di Area Masjid Nabawi

| Selasa, 19 Juli 2022 | 23:29 WIB

Terkini

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB