Atlet Rugby Ini Terpaksa Mengundurkan Diri karena Penyakit Saraf Motorik, Begini Pengobatannya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 24 Juli 2022 | 20:13 WIB
Atlet Rugby Ini Terpaksa Mengundurkan Diri karena Penyakit Saraf Motorik, Begini Pengobatannya!
Ed Slater menderita penyakit saraf motorik (Instagram/@ed_slater)

Suara.com - Atlet Gloucester Rugby, Ed Slater terpaksa mengundurkan diri dari klub setelah didiagnosis menderita penyakit saraf motorik di usia 33 tahun.

Setelah 6 bulan melakukan pemeriksaan medis, baru-baru ini Ed Slater dinyatakan menderita penyakit saraf motorik atau Penyakit Neuron Motor (MND).

Karena itu, Ed Slater harus membuat keputusan sulit untuk mengundurkan diri dari klubnya agar fokus pada penyembuhan penyakitnya.

Penyakit saraf motorik (MND) adalah kondisi langka yang mempengaruhi otak dan saraf. Kondisi ini menyebabkan kelemahan yang semakin memburuk seiring waktu.

Penyakit saraf motorik adalah kondisi yang biasanya menyerang orang-orang berusia 60-an dan 70-an, tetapi dapat menyerang orang dewasa dari segala usia.

Ed Slater menderita penyakit saraf motorik (Instagram/@ed_slater)
Ed Slater menderita penyakit saraf motorik (Instagram/@ed_slater)

Kondisi ini bisa disebabkan oleh masalah dengan sel-sel di otak dan saraf yang disebut neuron motorik. Sel-sel ini secara bertahap berhenti bekerja dari waktu ke waktu tanpa penyebab jelas.

Pada tahap awal, kondisi ini mungkin juga sulit didiagnosis. Apalagi, tidak ada tes medis khusus untuk mendeteksi penyakit saraf motorik dan banyak penyakit lain yang menimbulkan gejala serupa.

Perawatan

Meskipun belum ada obat untuk kondisi ini, tetapi perawatan medis bisa membantu mengurangi dampak gejalanya.

Dilansir dari NHS, perawatan medis yang biasa dijalani oleh penderita penyakit saraf motorik, seperti:

  1. Terapi okupasi untuk membantu mempermudah penderita melakukan aktivitas harian
  2. Fisioterapi dan latihan untuk mempertahankan kekuatan dan mengurangi kekakuan
  3. Terapi bicara dan bahasa
  4. Jaga pola makan sesuai anjuran ahli gizi
  5. Konsumsi obat riluzole untuk memperlambat perkembangan penyakit
  6. Konsumsi obat untuk meredakan kekuan otot dan masalah air liur
  7. Memberi pasien dukungan emosional

Jika Anda mengalami gejala awal penyakit saraf motorik seperti kelemahan otot, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sedini mungkin.

Meskipun Anda tidak memiliki risiko menderita penyakit saraf motorik, deteksi dini cukup membantu untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih cepat.

Anda juga harus menemui dokter jika ada kerabat dekat yang memiliki riwayat penyakit saraf motorik atau kondisi lain, seperti emensia frontotemporal.

Jika Anda menduga sedang mengalami gejala penyakit saraf motorik atau Anda berisiko mengalaminya, segera konsultasi dengan dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Polusi Udara Bisa Pengaruhi Gangguan Otak dan Kerusakan Saraf

Studi: Polusi Udara Bisa Pengaruhi Gangguan Otak dan Kerusakan Saraf

Health | Senin, 27 Juni 2022 | 12:50 WIB

Video Anak Ketagihan Ngelem Viral, Ini Dampaknya Terhadap Saraf Otak

Video Anak Ketagihan Ngelem Viral, Ini Dampaknya Terhadap Saraf Otak

Health | Kamis, 23 Juni 2022 | 11:38 WIB

Ilmuwan Temukan Cara Baru untuk Deteksi ADHD dan Autisme Lewat Mata, Bagaimana?

Ilmuwan Temukan Cara Baru untuk Deteksi ADHD dan Autisme Lewat Mata, Bagaimana?

Health | Rabu, 22 Juni 2022 | 17:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB