Kebiasaan Tidur Pengaruhi Risiko Kematian, Berapa Lama Anda Tidur Semalam?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 25 Juli 2022 | 14:19 WIB
Kebiasaan Tidur Pengaruhi Risiko Kematian, Berapa Lama Anda Tidur Semalam?
Ilustrasi tidur (Pixabay.com)

Suara.com - Sebuah analisis dari 16 studi yang melibatkan 1,3 juta peserta, yang mana 112 ribu di antara meninggal dunia menemukan hubungan antara kebiasaan tidur dan tingkat risiko kematian mereka.

Penelitian oleh para akademisi di Coventry dan Naples, menyimpulkan kebiasaan tidur yang singkat dan panjang bisa menjadi prediktor tingkat risiko kematian seseorang.

Dalam hal ini, kebiasaan tidur singkat itu berarti kurang dari 7 jam dan tidur panjang itu lebih dari 8 jam.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep pada 2010, menjelaskan pola tidur dipengaruhi oleh berbagai pengaruh budaya, sosial, psikologis, perilaku, patofisiologis dan lingkungan.

Perubahan perilaku masyarakat modern yang kerja lebih lama, bekerja dalam sistem shift dan ketersediaan komoditas selama 24 jam 7 hari berdampak pada kebiasaan tidur mereka yang lebih singkat.

"Hal ini pula yang meningkatkan laporan kelelahan dan rasa ngantuk di siang hari berlebihan," kata peneliti dikutip dari Express.

Selama beberapa dekade terakhir, ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa tidur terlalu singan atau terlalu banyak tidur berkaitan dengan masalah kesehatan serius, termasuk kematian total, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hipertensi, dan gangguan pernapasan, obesitas pada anak maupun orang dewasa.

Ilustrasi tidur (Pixabay.com/Claudio_Scott)
Ilustrasi tidur (Pixabay.com/Claudio_Scott)

Sebagai bagian dari penelitian, 16 studi yang dianalisis menyediakan 27 sampel kohort independen. Sampel ini termasuk 1.382.999 peserta pria dan wanita dan 112.566 kematian.

Mereka juga mempertimbangkan durasi tidur peserta yang diisi dalam kuesioner dan sertifikasi kematian.

Hasil analisisnya adalah durasi tidur yang pendek berkaitan dengan risiko kematian lebih besar. Sedangkan, durasi tidur yang panjang juga berkaitan dengan risiko kematian yang lebih besar.

Di seluruh studi, peserta tidur rata-rata tujuh jam per malam. Dalam analisis ini, durasi tidur yang pendek itu kurang dari 5 jam, kurang dari 6 jam atau kurang dari 7 jam.

Sedangkan, durasi tidur yang panjang itu lebih dari 8 jam, 9 jam atau lebih, 10 jam atau lebih, dan 12 jam atau lebih.

Saat ini, tidak ada bukti bahwa kebiasaan tidur antara 6 sampai 8 jam per hari pada orang dewasa berkaitan dengan bahaya dan konsekuensi jangka panjang.

Dalam hal pencegahan, tidur 6 sampai 8 jam per malam secara konsisten dapat optimal untuk kesehatan.

Namun, tidur 9 jam atau lebih per malam dapat membantu mendeteksi komorbiditas subklinis atau tidak terdiagnosis (jika seseorang memiliki lebih dari satu penyakit).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Fakta Pemeriksaan Kekasih Brigadir J, Ungkap Sedang Ada Masalah hingga Masa Lalu Hubungannya

4 Fakta Pemeriksaan Kekasih Brigadir J, Ungkap Sedang Ada Masalah hingga Masa Lalu Hubungannya

News | Senin, 25 Juli 2022 | 13:02 WIB

Terungkap! Deddy Corbuzier Tidur Cuma 4 Jam Sehari, Warganet Ingatkan Salat Subuh

Terungkap! Deddy Corbuzier Tidur Cuma 4 Jam Sehari, Warganet Ingatkan Salat Subuh

Kaltim | Minggu, 24 Juli 2022 | 07:00 WIB

Inilah Waktu yang Tepat Bagi Bayi dan Anak-Anak untuk Tidur Setiap Harinya

Inilah Waktu yang Tepat Bagi Bayi dan Anak-Anak untuk Tidur Setiap Harinya

Health | Sabtu, 23 Juli 2022 | 19:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB