Waspadai Penularan Cacar Monyet, Bisa Lewat Kontak Fisik dan Benda yang Terkontaminasi

Yasinta Rahmawati
Waspadai Penularan Cacar Monyet, Bisa Lewat Kontak Fisik dan Benda yang Terkontaminasi
Ilustrasi virus monkeypox yang menyerang manusia. (Freepik)

Penularan cacar monyet tak selalu lewat hubungan seksual.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mempersiapkan dua laboratorium yang bertujuan untuk melakukan uji coba sampel cacar monyet atau monkeypox sebagai bentuk antisipasi. 

Selain mendirikan laboratorium, Kemenkes juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit cacar monyet dan menghimbau masyarakat untuk melakukan perlindungan mandiri dari penularan cacar monyet ini. Dikutip dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), cacar monyet merupakan virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Sebagian besar hewan yang rentan dengan penyakit ini adalah hewan pengerat seperti tikus gambia, tupai, primata dan lain sebagainya. Lalu bagaimana cara penularan cacar monyet kepada manusia?

Penularan Cacar Monyet

Baca Juga: Khawatir Rasisme dan Stigmatisasi, WHO Ubah Nama Monkeypox Jadi "Mpox"

Penularan cacar monyet dilakukan dari hewan kepada manusia yang terjadi karena kontak langsung seperti terkena darah, cairan tubuh, lesi kulit dan mukosa dari hewan yang terinfeksi. Makan daging yang tidak matang juga faktor risiko yang mungkin saja terjadi.

Sementara itu penularan kepada manusia mungkin saja terjadi apabila terjadi kontak dengan benda yang tekontaminasi virus cacar monyet, seperti lewat pakaian, handuk, seprai, alat makan. Selain itu juga bisa melalui terkena air liur, kontak fisik, hubungan seksual, lesi kulit orang terinfeksi, maupun diturunkan dari ibu ke janin.

Gejala Cacar Monyet

Dilansir dari laman resmi PBB, gejala yang ditimbulkan oleh cacar monyet dan dapat dirasakan oleh manusia adalah demam, sakit kepala, nyeri punggung, nyeri otot, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam dan lesi kulit. Ruam biasanya terlihat pada hari pertama hingga ketiga setelah demam.

Gejala yang ditimbulkan oleh cacar monyet bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu melakukan pengobatan lanjutan. Namun disarankan untuk melakukan perawatan pada ruam dan membiarkannya kering dan menutupinya dengan perban untuk melindungi dari debu.

Baca Juga: WHO Ubah Nama Cacar Monyet Jadi "Mpox", Khawatir Stigmatisasi dan Rasisme

Gejala cacar monyet ini umumnya terjadi dari 6 hingga 13 hari namun ada juga yang berkisar 5 hingga 21 hari.

Diagnosis Cacar Monyet

Dokter akan melakukan sederet pemeriksaan berdasarkan gejala yang dialami dan jenis ruam yang muncul. Apabila dicurigai sebagai cacar monyet, dokter akan mengumpulkan sampel ke laboratorium. 

Selain itu dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan dengan melakukan tes usap PCR, biopsi atau mengambil sampel jaringan kulit, dan tes darah.

Demikian informasi seputar penularan cacar monyet yang wajib untuk diwaspadai. Semoga bermanfaat.