Angka Kasus Serangan Jantung di Usia Muda Naik 2 Persen Setiap Tahun

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 01 Agustus 2022 | 19:05 WIB
Angka Kasus Serangan Jantung di Usia Muda Naik 2 Persen Setiap Tahun
Ilustrasi serangan jantung

Suara.com - Seiring meningkatnya gaya hidup malas gerak atau sedentary lifestyle di kalangan anak muda, maka tak heran semakin banyak kasus serangan jantung yang menimpa usia 30 dan 40 tahunan.

Hal itu dikatakan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi - dr. Wishnu Aditya Widodo. Ia menyebut bahwa risiko serangan jantung usia muda terus meningkat setiap tahun.

"Usia 30 hingga 40 tahun setiap tahun angkanya naik dua persen, jadi secara statistik, usianya (terkena serangan jantung) semakin lama semakin muda," ujar dr. Wishnu dalam acara diskusi RSPI Group, Senin (1/8/2022).

Dokter yang berpraktik di RSPI Pondok Indah itu menjelaskan, jumlah pasien sakit jantung usia 30 hingga 40 tahun, mencapai 20 persen dari total pasien jantung di Indonesia, bahkan di dunia.

Menurutnya, ada beragam faktor penyebab seseorang terkena sakit jantung di usia muda dari mulai faktor genetik atau turunan, dari keluarga ada yang punya riwayat sakit jantung atau dipasang ring jantung di usia muda.

Tapi bisa juga disebabkan ia memiliki penyakit penyerta atau penyakit komorbiditas, yang semakin meningkatkan risiko sakit jantung, seperti diabetes, darah tinggi, kolesterol, dan obesitas.

"Ada juga yang dipengaruhi pola hidup, seperti makanan tinggi lemak, olahraga tidak teratur hingga kebiasaan merokok, padahal sudah obesitas," jelas dr. Wishnu.

Ia juga menyebut pola hidup sehat kerap tidak menjamin jika ada faktor risiko keturunan sakit jantung. Hal itu membuat orang tersebut terkena serangan jantung karena didominasi oleh faktor genetik.

"Ada yang dari sakit jantung karena gaya hidup atau lifestyle jelek, obesitas, merokok dan kolesterol tinggi, sehingga gaya hidupnya dominan akhirnya kena serangan jantung juga jadi, akhirnya multifaktorial," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Kunci Sukses Hidup Tenang dan Bahagia, Jangan Kebanyakan Gaya!

4 Kunci Sukses Hidup Tenang dan Bahagia, Jangan Kebanyakan Gaya!

Your Say | Minggu, 31 Juli 2022 | 08:05 WIB

Kecelakaan di Tangerang, Sopir Truk Meninggal Dunia Diduga serangan Jantung, Usai Tabrak Warung Nasi Goreng

Kecelakaan di Tangerang, Sopir Truk Meninggal Dunia Diduga serangan Jantung, Usai Tabrak Warung Nasi Goreng

Banten | Sabtu, 30 Juli 2022 | 17:46 WIB

Bergaya OOTD Nuansa Hijau, Syahrini Pamer Tas Mewah Baru

Bergaya OOTD Nuansa Hijau, Syahrini Pamer Tas Mewah Baru

Lifestyle | Sabtu, 30 Juli 2022 | 13:27 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB