Vaksin Covid-19 BUMN Nyaris Selesai Uji Klinis Fase 3, Kapan Siap Pakai?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 02 Agustus 2022 | 09:01 WIB
Vaksin Covid-19 BUMN Nyaris Selesai Uji Klinis Fase 3, Kapan Siap Pakai?
Vaksin Covid-19 BUMN (pixabay/ilustrasi vaksin)

Suara.com - Kabar baik untuk Indonesia, karena vaksin Covid-19 lokal yakni vaksin Covid-19 BUMN nyaris menyelesaikan uji klinis fase 3, sehingga dalam waktu dekat bisa segera digunakan untuk masyarakat.

Uji klinis fase 3 ini dilaksanakan di empat universitas, yakni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang (FK Undip), FK Universitas Andalas Padang, dan FK Universitas Hasanuddin Makassar.

"Uji klinis ini, bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin Covid-19 buatan Bio Farma ini aman dapat meningkatkan kadar antibodi secara bermakna untuk melawan virus Covid-19, sehingga diharapkan berkhasiat (efikasi) melindungi subjek dari sakit berat dan kematian karena Covid-19 sesuai standar BPOM," ujar Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 BUMN, Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi melalui keterangan yang diterima suara.com, Selasa (2/8/2022).

Secara nasional, uji klinis ini melibatkan 4.050 subyek relawan, yang hingga kini pemantauannya masih terus berjalan dan diyakini bisa selesai sesuai target, yaitu Agustus 2022. Lantaran targetnya Juli 2022 vaksin seharusnya sudah mendapat izin penggunaan darurat atau EUA BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Adapun vaksin Covid 19 BUMN merupakan hasil kerja sama BUMN Farmasi, Bio Farma, dengan Baylor College of Medicine, USA yang sudah terdaftar di tahap pengembangan kandidat vaksin WHO Covid-19 sejak Juni 2021 yang lalu.

Sedangkan selama uji klinis berlangsung, kategori Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI akibat pemberian vaksin Covid-19, yang paling sering dilaporkan yaitu nyeri lokal di sekitar area suntik dan nyeri otot dengan intensitas ringan.

Ada juga demam pasca penyuntikan, yang akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari ke depan.

Vaksin Covid-19 BUMN yang menggunakan teknologi Subunit Protein Rekombinan (protein Receptor Binding Domain atau RBD), harus melalui perjalanan yang panjang, sampai nantinya bisa digunakan.

Sebelum dilakukan uji klinis fase 3, sebelumnya dilakukan uji klinis fase 1 pada 16 Februari 2022, untuk mengevaluasi keamanan dan efek perlindungan vaksin, dengan melibatkan 175 orang berusia mulai dari 18 tahun sebagai subyek.

Selanjutnya dilakukan uji klinis fase 2 pada 13 April 2022, untuk mengevaluasi dan memilih banyaknya dosis terbaik dengan melibatkan 360 orang relawan berusia 18 tahun keatas sebagai subyek, baru akhirnya menjalani uji klinis fase 3.

“Sejak uji klinis tahap 1 hingga uji klinis tahap 3, membutuhkan kerja keras tim sekitar 8 bulan, jika lancar uji klinis tahap tiga ini akan selesai sebelum Agustus 2022. Kemudian akan dilanjutkan dengan evaluasi 6 bulan hingga 1 tahun ke depan," ujar Peneliti dr. Yetty Movieta Nency, Sp.A (K), IBCLC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta-fakta Vaksin Booster Kedua atau Dosis Keempat, Nakes Jadi Prioritas

Fakta-fakta Vaksin Booster Kedua atau Dosis Keempat, Nakes Jadi Prioritas

News | Senin, 01 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Cara Daftar Vaksin Dosis Ke-4, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Cara Daftar Vaksin Dosis Ke-4, Kapan untuk Masyarakat Umum?

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 19:47 WIB

Tak Hanya Nakes, Ketua DPR Desak Pemerintah Siapkan Vaksin Covid-19 Booster Kedua Buat Masyarakat Umum Juga

Tak Hanya Nakes, Ketua DPR Desak Pemerintah Siapkan Vaksin Covid-19 Booster Kedua Buat Masyarakat Umum Juga

News | Jum'at, 29 Juli 2022 | 15:47 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB