Mengenal Anoreksia Nervosa: Tidak Semua Penderitanya Terlihat Sangat Kurus

Selasa, 02 Agustus 2022 | 20:00 WIB
Mengenal Anoreksia Nervosa: Tidak Semua Penderitanya Terlihat Sangat Kurus
Ilustrasi anoreksia (Freepik)

Suara.com - Keinginan berlebih untuk memiliki bentuk tubuh tertentu bisa menyebabkan seseorang mengembangkan gangguan makan anoreksia nervosa.

Umumnya, penderita anoreksia nervosa akan berusaha menjaga berat badannya serendah mungkin dengan tidak cukup makan, sering berolahraga, atau sengaja memuntahkan makanan, menggunakan obat pencahar atau diuretik.

Penderita anoreksia selalu berpikir bahwa mereka kelebihan berat badan, padahal justru sebaliknya. Bahkan, mereka sering mengalami masalah kesehatan karena kelaparan.

Menurut ulasan yang terbit di Current Opinion in Psychiatry, penderita gangguan makan ini lima kali lebih mungkin meninggal karena komplikasi medis atau bunuh diri.

Faktanya, dilansir Live Science, anoreksia nervosa memiliki tingkat kematian tertinggi dari semua penyakit mental.

Ilustrasi anoreksia nervosa (Shutterstock)

Penderita anoreksia biasanya memiliki ketakutan berlebih terhadap kenaikan berat badan, yang membuat mereka membatasi kalori dan jenis makanan tertentu.

Dikutip dari Mayo Clinic, anoreksia nervosa sebenarnya bukan tentang makanan. Melainkan merusak diri sendiri untuk mengatasi masalah emosional.

Sebenarnya, tidak semua penderita gangguan makan ini akan terlihat kurus, seperti yang kebanyakan orang yakini. Seseorang tidak perlu memiliki tubuh sangat kurus untuk menderita anoreksia.

Penelitian menemukan bahwa orang yang bertubuh besar atau tidak terlihat kurus juga dapat menderita anoreksia. Kondisi ini memungkinkan penderita sulit terdiagnosis dan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: Diet Ekstrem Sampai BB Turun 40 Kilogram, Wanita Ini Derita Anoreksia dan Gagal Organ

Itulah sebabnya edisi terbaru The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) memasukkan anoreksia atipikal sebagai penyakit mental terpisah.

"Kami masih belum mengetahui penyebab pastinya. Ini sebagian genetik, sebagiab neurobiologis, dan sebagian lingkungan," kata konsultan psikiater gangguan makan di Cygnet Health Care, Amit D Mistry.

Menurut kedokteran psikologis Daniela Beivide, apakah seseorang mengembangkan anoreksia atau tidak akan tergantung pada kombinasi dari semua faktor tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI