Suara.com - Vaksin adalah metode perlindungan yang paling efektif terhadap petogen penyebab penyakit. Tidak hanya pada manusia, ini juga berlaku bagi hewan peliharaan.
Cara kerjanya juga sama seperti pada manusia, yakni memicu antibodi yang dapat melawan ketika terinfeksi patogen penyebab penyakit, seperti virus corona Covid-19.
Hingga kini, memang belum ada vaksin Covid-19 yang tersedia secara global khusus untuk hewan peliharaan, kecuali di India.
Perusahaan ICAR-National Research Center on Equines (NRC) yang berbasis di Haryana, India, mengembangkan vaksin Covid-19 pertama di negaranya, yakni Anocovax, khusus untuk hewan.
Meski ada beberapa perdebatan tentang penularan virus ke hewan, beberapa studi menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebar dari manusia ke hewan selama kontak dekat, lapor New18.

Beberapa laporan menunjukkan adanya hewan peliharaan, termasuk kucing dan anjing, yang terinfeksi SARS-CoV-2. Sebagian besar pemiliknya yang terinfeksi terlebih dahulu.
Hewan peliharaan yang terinfeksi virus bisa terlihat sakit atau bahkan tidak mengalami gejala apa pun.
Bagi hewan yang sakit, umumnya hanya sakit ringan dan bisa sembuh total. Penyakit Covid-19 serius pada hewan sangat jarang.
Sebuah studi pada Juni 2022 lalu dari ilmuwan Universitas Florida menemukan bukti bahwa beberapa virus corona yang sebelumnya hanya menginfeksi hewan kini telah melewati batas spesies, menyebar dari babi dan anjing ke manusia.
Dalam kedua penelitian, anak-anak dan orang dewasa yang terinfeksi virus corona dari hewan mengalami demam dan gejala ringan, menunjukkan bahwa jenis virus tersebut tidak menimbulkan ancaman.
Walau demikian, virus tersebut masih berpotensi bermutasi. Kondisi tersebut dapat membentuk strain baru yang berpotensi menyebabkan penyakit parah pada manusia.