Serba-Serbi Demam, Simak Saran Dokter untuk Mengatasinya!

Vania Rossa | Fajar Ramadhan | Suara.com

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:11 WIB
Serba-Serbi Demam, Simak Saran Dokter untuk Mengatasinya!
Ilustrasi demam (pexels)

Suara.com - Rasanya, hampir setiap orang pernah mengalami demam. Dalam kondisi medis, demam menunjukkan kondisi tubuh yang sedang tidak fit, dan bisa menjadi salah satu gejala dari berbagai penyakit.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD. mengatakan, demam merupakan kunci untuk memerangi infeksi dalam tubuh.

Melalui akun twitter pribadinya, Prof. Zubairi mengatakan bahwa demam dapat diatasi dengan mengonsumsi obat seperti aspirin dan centaminophen atau paracetamol. Obat-obatan tersebut sebaiknya diminum hanya sampai demam turun. Setelah panas turun, obat-obatan tersebut sebaiknya tidak diminum lagi untuk menghindari over dosis.

"Kalau obat yang dijual bebas, ikuti saja di petunjuknya. Misal 2 x 1 atau 4 x 1, ya diminum sesuai aturan itu. Kalau sudah tidak panas, ya hentikan. Jangan sampai overdosis," tulis Prof. Zubairi, Minggu (7/8/2022).

Prof. Zubairi juga menyebutkan bahwa saat demam, seseorang harus memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi, seperti kafein, soda, dan alkohol. Menurutnya, sebelum minum soda dan kafein, harus dilihat dulu jenis obat yang dikonsumsi. Sedangkan untuk alkohol, sangat tidak disarankan untuk diminum karena memberikan dampak yang tidak baik.

Selain mengonsumsi obat-obatan, jangan lupa untuk minum air putih yang cukup jika orang tersebut tidak memiliki masalah dengan ginjal. Perbanyak juga waktu istirahat agar pemulihan deman lebih cepat dan efektif.

"Sistem kekebalan tubuh Anda menghabiskan banyak energi (untuk) melawan infeksi di siang hari. Saat tidur, tubuh punya waktu memulihkan energi itu. Makanya perlu istirahat. Takarannya, usia muda dan dewasa 8 jam sehari tambah sedikit. Kalau lanjut usia, 6 jam juga ditambah sedikit," jelas Prof. Zubairi.

Lalu, bagaimana dengan mandi air dingin saat demam? Prof. Zubairi menuturkan hal ini tergantung dengan tingkat kenyamanan seseorang. Pasalnya, mandi dengan air dingin terkadang membuat seseorang menjadi menggigil dan kram. Untuk itu, sangat penting melihat kondisi yang dialami.

"(Mandi dengan air dingin) tergantung nyamannya pasien dan kebiasaannya saja. Kalau biasa mandi air hangat, ya tetap saja air hangat. Enggak usah diubah jadi air dingin supaya panasnya turun. Perubahan itu malah bisa menyebabkan otot-otot menggigil dan kram," jelasnya.

Prof. Zubairi juga mengingatkan bahwa saat ini, demam bisa dicurigai sebagai salah satu gejala dari Covid-19. Oleh karena itu, perhatikan demam yang dialami. Apabila diikuti batuk, pilek, pegal linu, dapat menjadi tanda Covid-19. Untuk itu, menurut Prof. Zubairi, jika demam tidak kunjung menurun setelah 3 hari, sebaiknya lalukan pemeriksaan ke dokter agar mengetahui kondisi yang dialami.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paling Banyak Menyebar, Begini Gejala Subvarian COVID-19 BA.5

Paling Banyak Menyebar, Begini Gejala Subvarian COVID-19 BA.5

Bekaci | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 13:14 WIB

Satu Orang Meninggal Dunia Akibat DBD, Dinkes Cilegon: Kalo Ngandelin Fogging Enggak Akan Selesai

Satu Orang Meninggal Dunia Akibat DBD, Dinkes Cilegon: Kalo Ngandelin Fogging Enggak Akan Selesai

Banten | Sabtu, 30 Juli 2022 | 15:23 WIB

Mengenal Ebola: Jenis Virus yang Menginfeksi dan Jalur Penularannya

Mengenal Ebola: Jenis Virus yang Menginfeksi dan Jalur Penularannya

Health | Sabtu, 30 Juli 2022 | 08:00 WIB

Kasus Aktif Covid-19 Capai 2.105 Orang, Pemkot Jakbar: Umumnya Gejalanya Pilek dan Demam

Kasus Aktif Covid-19 Capai 2.105 Orang, Pemkot Jakbar: Umumnya Gejalanya Pilek dan Demam

Jakarta | Jum'at, 29 Juli 2022 | 15:38 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB