Jangan Sampai Jadi Kebiasaan, Ini Dampak Negatif Kurang Tidur Bagi Kesehatan

Vania Rossa | Fajar Ramadhan | Suara.com

Selasa, 09 Agustus 2022 | 06:16 WIB
Jangan Sampai Jadi Kebiasaan, Ini Dampak Negatif Kurang Tidur Bagi Kesehatan
Ilustrasi begadang (pexels)

Suara.com - Kecanduan media sosial atau game online bisa membuat seseorang secara sukarela mengorbankan waktu tidurnya. Akibatnya, mereka jadi kurang tidur dan mudah lalh keesokan harinya.

Kebiasaan kurang tidur akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan, dan bahkan bisa memicu berbagai penyakit di usia muda, lho. Seperti yang dibahas oleh dokter sekaligus kreator konten dr. Ema Surya Pertiwi, dalam kanal YouTube-nya, emasuperr.

Inilah beberapa dampak kurang tidur bagi kesehatan menurut dr. Ema.

1. Pertumbuhan tinggi badan terganggu
Rupanya, kebiasaan begadang juga berpengaruh pada tinggi badan seseorang. Hal ini karena kebiasaan begadang akan mengganggu hormon pertumbuhan. Kurang tidur akan menurunkan produksi hormon pertumbuhan sehingga menyebabkan pertumbuhan tinggi menjadi lambat.

2. Menjadi mudah lupa
Begadang dapat memengaruhi sistem memori seseorang. Kebiasaan satu ini akan membuat seseorang sulit untuk fokus. Pasalnya, saat tidur terdapat sel-sel neuron yang membantu mengingat informasi. Namun, ketika kurang tidur, hal tersebut justru membuat memori yang telah diperoleh menjadi hilang sehingga kita jadi mudah lupa.

3. Mengganggu suasana hati
Kurang tidur akan membuat suasana hati menjadi buruk. Hal ini karena kurang tidur akan memengaruhi hormon bahagia pada seseorang, sehingga membuat seseorang mudah marah dan sensitif.

Tidak hanya itu, kebiasaan begadang yang menyebabkan kurang tidur ini juga bisa menyebabkan seseorang mengalami halusinasi. Bahkan, kondisi kurang tidur juga meningkatkan risiko kecemasan, gangguan mania, hingga bipolar.

4. Microsleep (tidur tanpa sadar)
Kondisi ini menyebabkan seseorang tertidur tanpa disadari. Biasanya kondisi ini terjadi karena kurangnya tidur. Selain itu, kondisi ini juga berbahaya ketika sedang melakukan aktivitas karena bisa mengalami hilang kesadaran dan ingatan sementara.

5. Mudah sakit
Kebiasaan begadang akan meningkatkan risiko seseorang mudah terserang berbagai penyakit. Tidur akan membuat tubuh menghasilkan sistem kekebalan yang berguna untuk menangkal berbagai penyakit. Namun, ketika tidur tersebut berkurang, akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap berbagai penyakit seperti jantung, kolesterol, diabetes, dan lain-lain.

6. Obesitas
Tidur akan memengaruhi produksi dua hormon yaitu leptin dan ghrelin. Dua hormon tersebut berguna untuk mengendalikan rasa lapar dan kenyang dalam tubuh. Ketika kurang tidur, hormon menjadi tidak seimbang termasuk membuat kita kelebihan hormon ghrelin, sehingga membuat kita mudah lapar. Kurang tidur juga memengaruhi insulin dalam tubuh yang berguna mengontrol kadar gula. Hal ini juga yang mendorong seseorang berisiko mengalami obesitas.

7. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Tidur yang cukup akan membantu menstabilkan tekanan darah dan inflamasi pembuluh darah. Hal ini dapat berguna untuk menstabilkan gula darah dalam tubuh. Kurangnya tidur, akan meningkatkan risiko munculnya penyakit kardiovaskular.

8. Gairah bercinta menurun
Kurangnya tidur akan memengaruhi hormon testoteron sehingga gairah seksual menjadi menurun pada laki-laki. Oleh karena itu, penting menjaga waktu tidur yang cukup sehingga tidak mengganggu gairah bercinta.

9. Mudah lelah
Tidur akan mengisi tenaga serta membangun otot-otot menjadi siap kembali. Namun, ketika seseorang kurang tidur akan membuatnya menjadi lemah dan mudah lelah. Hal ini juga membuat orang tersebut menjadi tidak bertenaga.

Dr. Ema juga mengungkap waktu tidur yang optimal berdasarkan usianya.

Untuk bayi, waktu tidur optimal yaitu 14-17 jam per harinya. Bagi anak-anak yaitu 10-13 jam. Sementara itu, untuk orang dewasa 18-64 tahun, waktu tidur sekitar 7-9 jam per harinya. Sedangkan lansia, perlu waktu tidur 5-6 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Tanda Buruk Akibat Begadang yang Bisa Menganggu Kesehatan, Jarang Disadari!

7 Tanda Buruk Akibat Begadang yang Bisa Menganggu Kesehatan, Jarang Disadari!

Your Say | Minggu, 07 Agustus 2022 | 14:08 WIB

7 Cara Berhenti Begadang, Buat Hidupmu Lebih Sehat

7 Cara Berhenti Begadang, Buat Hidupmu Lebih Sehat

Your Say | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 18:10 WIB

Dokter Ungkap Hubungan antara Begadang dengan Risiko Stroke

Dokter Ungkap Hubungan antara Begadang dengan Risiko Stroke

Health | Senin, 01 Agustus 2022 | 20:10 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB