Studi Baru Temukan 70 Persen Pasien Covid-19 Tetap Alami Gejala selama 125 Hari

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:15 WIB
Studi Baru Temukan 70 Persen Pasien Covid-19 Tetap Alami Gejala selama 125 Hari
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Suara.com - Studi baru yang diterbitkan dalam Jurnal Brain, Behavior & Immunity - Health, menemukan sekitar 70 persen dari 200 pasien Covid-19 masih mengalami gejalanya sekitar 125 hari sejak dinyatakan positif Covid-19.

Semua pasien terdaftar dalam Studi Kohort Prospektif Neurologis dan Molekuler Covid-19 perguruan tinggi di Georgia yang dikembangkan pada awal 2020 untuk mempelajari tingkat keparahan dan umur panjang masalah neurologis pada pasien Covid-19.

Mayoritas pendaftar pada penelitian ini adalah perempuan dan laki-laki hanya 35,5 persen. Sementara, usia rata-rata mereka adalah 44,6 tahun dan 40 persen berkulit hitam.

Penelitian ini mempertimbangkan faktor demografis, gejala virus corona itu sendiri, komorbiditas dan ukuran kuantitatif dari depresi, kecemasan, bau, rasa, dan kognisi dianalisis.

Para peneliti menemukan kelelahan adalah gejala yang paling banyak dilaporkan peserta sejak terinfeksi virus corona Covid-19 dan terus bertahan, yang mana mempengaruhi 68,5 persen peserta.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Kelelahan adalah perasaan lelah atau lemah yang terus-menerus dan bisa berupa fisik, mental, atau kombinasi keduanya. Gejala ini biasanya diikuti dengan sakit kepala, yang dilaporkan pada 66,5 persen peserta.

Sedikit lebih dari 54 persen melaporkan perubahan bau dan rasa. Sedangkan dilansir dari Express, 47 persen memenuhi kriteria untuk gangguan kognitif ringan.

Sebanyak 30 persen lainnya menderita gangguan kosa kata dan 32 persen memori kerja lebih buruk.

Sekitar 20 persen pasien mengaku mengalami kebingungan yang berkepanjangan. Para peneliti juga menemukan gejala dan komorbiditas yang dilaporkan sendiri terkait dengan depresi dan kecemasan.

Baca Juga: 5 Posisi Seks Untuk Pasangan Dengan Tubuh Lebih Tinggi Dibanding Lelaki, Wajib Coba!

Para peneliti mencatat dalam penelitian tersebut bahwa pasien paling sering dilaporkan mengalami hipertensi pada saat mereka terinfeksi virus corona.

“Ada banyak gejala yang tidak kita ketahui sejak awal pandemi, tetapi sekarang jelas ada sindrom Long Covid-19 dan banyak orang yang terpengaruh,” kata Dokter Elizabeth Rutkowski, ahli saraf MCG dan penulis studi.

Hasil penelitian ini pun mendukung bukti yang berkembang bahwa ada gejala neuropsikiatri kronis setelah infeksi Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI