Dirut RSJ Tertua di Indonesia Akui Kasus Anak Kecanduan Gadget Terus Bertambah

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 19:33 WIB
Dirut RSJ Tertua di Indonesia Akui Kasus Anak Kecanduan Gadget Terus Bertambah
Ilustrasi anak kecanduan gadget. [Hessam nabavi/Unsplash]

Suara.com - Direktur Utama RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, Dr. Fidiansjah Sp.KJ, menyebut bahwa jumlah anak yang kecanduan gadget, kecanduan game, dan kecanduan internet hingga alami temper tantrum di Indonesia semakin meningkat setiap harinya.

Temper tantrum adalah letupan amarah yang sering terjadi pada saat anak menunjukkan sikap negatif atau penolakan.

Dan yang membuat miris, amarah yang meledak ini bukan lagi disebabkan anak sekadar ingin mainan seperti boneka atau mobilan, tapi bisa disebabkan karena kehabisan kuota dan tidak bisa mengakses internet atau bermain game.

RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor adalah pusat rujukan nasional pelayanan kesehatan jiwa yang sekaligus merupakan RSJ tertua di Indonesia. RSJ ini didirikan pada zaman penjajahan Belanda pada 1 Juli 1882, yang saat itu dikenal bernama Hetkrankzinnigengestich Buitenzorg

"Keinginan ini menjadi lebih parah, karena adanya suasana neuroscience yang ketergantungannya, bukan hanya kemudian konteks sesuatu bersifat psikologis, tapi sesudah bersifat neurofisiologis," ujar Dr. Fidiansjah saat dalam acara Grand Launching, Ruang Ortu by ASIA, Sabtu (13/8/2022).

Sehingga menurut dokter yang juga orangtua murid di Kampus Al-Azhar ini, gangguan tidak hanya secara psikologis atau masalah mental, tapi sudah mempengaruhi perkembangan otak anak.

Kecanduan yang mempengaruhi otak anak ini, pada akhirnya memengaruhi cara anak tersebut bersikap, bahkan ia tidak mampu lagi berpikir jernih membedakan mana yang baik dan benar.

"Tapi sesudah bersifat neuro-fisiologis ada reward sistem (dampak) di dalam otaknya yang kemudian terpangkas oleh cortex prefrontal, yang mestinya berfungsi menjadikan manusia berpikir untuk menapis (membedakan) mana hal yang baik dan buruk," papar Dr. Fidiansjah.

Prefrontal korteks adalah bagian otak yang spesial pada manusia, yang berfungsi untuk mengatur fungsi eksekutif, yaitu kemampuan merencanakan sesuatu, membuat keputusan, memecahkan masalah, mengontrol diri, mengingat instruksi, menimbang konsekuensi, dan lain-lain.

Tapi sayangnya, karena bagian otak yang spesial ini sudah terpapar gadget sejak kecil, yang membuatnya ketagihan efek senang saat bermain gadget, hasilnya fungsi bagian otak untuk membedakan baik buruk ini jadi tidak bisa maksimal.

"Kesenangan yang cepat, kebahagiaan yang tidak bisa menunda yang terjadi pada paparan penggunaan adiksi pada teknologi, mereka beralasan ada tugas, lalu keluar di kafe hanya untuk bermain game," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Bandung Khawatir Muncul Generasi Muda Merunduk karena Kecanduan Gadget

Pemkot Bandung Khawatir Muncul Generasi Muda Merunduk karena Kecanduan Gadget

| Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:08 WIB

Psikolog: Ajak Anak Berkegiatan Untuk Bantu Kurangi Kecanduan Gadget

Psikolog: Ajak Anak Berkegiatan Untuk Bantu Kurangi Kecanduan Gadget

Lifestyle | Kamis, 04 Agustus 2022 | 23:18 WIB

Benarkah Kebanyakan Main Gadget Bisa Pengaruhi Mental Anak? Ini Jawaban Ahli

Benarkah Kebanyakan Main Gadget Bisa Pengaruhi Mental Anak? Ini Jawaban Ahli

Health | Senin, 25 Juli 2022 | 18:13 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB