Positif Cacar Monyet, Ini 3 Langkah yang Harus Dilakukan untuk Cegah Penyebaran!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 18 Agustus 2022 | 16:30 WIB
Positif Cacar Monyet, Ini 3 Langkah yang Harus Dilakukan untuk Cegah Penyebaran!
cacar monyet (freepik)

Suara.com - Cacar monyet adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox. Cacar monyet ini penyakit zoonosis yang awalnya mewabah di hutan hujan tropis Afrika tengah dan barat.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), cacar monyet dapat menular dari hewan ke manusia dan manusia ke manusia melalui kontak langsung atau dekat dengan ruam, koreng, atau cairan tubuh yang menular.

Jika Anda telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi cacar monyet, lebih baik memeriksakan diri dan melakukan pengujian.

Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa langkah yang harus dilakukan ketika terinfeksi virus cacar monyet.

Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. (Pixabay)
Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. (Pixabay)

1. Perhatikan gejalanya

Jika Anda mengetahui bahwa seseorang baru saja didiagnosis menderita cacar monyet, penting bagi Anda untuk menilai diri Anda sendiri oleh penyedia layanan kesehatan Anda. 

Sejauh ini, satu-satunya cara untuk mendeteksi virus cacar monyet adalah mengirimkan sampel ke laboratorium.
Saat ini, ada 15 VRDL yang diperlengkapi untuk menguji cacar monyet, termasuk National Institute of Virology (NIV) di Pune.

Beberapa gejala umum yang terkait cacar monyet, termasuk demam, kelelahan, nyeri dan nyeri tubuh, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam dan lesi, yang akhirnya berubah menjadi koreng dan mulai memudar.

2. Mengisolasi diri

Gejala cacar monyet biasanya mulai dalam waktu 2 minggu dan orang dikatakan menular sampai gejalanya mereda dan ruam serta lesinya sembuh.

Selama gejala itu muncul, Anda harus mengisolasi diri dan menghindari kontak dengan semua orang.

3. Beri tahu orang yang kontak dekat

Hal terbaik berikutnya yang harus dilakukan adalah memberi tahu siapa pun yang telah melakukan kontak dekat dengan Anda baru-baru ini. Menurut CDC, kontak dekat ini termasuk:

  • Kontak langsung dengan ruam monkeypox, koreng, atau cairan tubuh di tubuh Anda.
  • Menyentuh benda, kain (pakaian, tempat tidur, atau handuk), dan permukaan yang pernah Anda gunakan.
  • Kontak dengan sekret pernapasan yang mungkin telah Anda keluarkan.
  • Siapapun yang pernah melakukan aktivitas seksual dengan Anda termasuk memeluk, mencium atau melakukan hubungan seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditemukan Infeksi Cacar Monyet Tanpa Gejala, Bisakah Menular?

Ditemukan Infeksi Cacar Monyet Tanpa Gejala, Bisakah Menular?

Health | Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:14 WIB

Gara-Gara Terinfeksi Cacar Monyet, Hidung Pria Ini Sampai Membusuk!

Gara-Gara Terinfeksi Cacar Monyet, Hidung Pria Ini Sampai Membusuk!

Health | Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:06 WIB

Kasus Pertama Manusia Tularkan Cacar Monyet ke Anjing, Mungkinkah Timbulkan Mutasi Berbahaya?

Kasus Pertama Manusia Tularkan Cacar Monyet ke Anjing, Mungkinkah Timbulkan Mutasi Berbahaya?

Health | Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:04 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB