Jangan Minum Teh Saat Perut Masih Kosong, Ini Bahayanya!

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 07:50 WIB
Jangan Minum Teh Saat Perut Masih Kosong, Ini Bahayanya!
Ilustrasi teh daun gaharu (Pixabay.com)

Suara.com - Teh kerap jadi pilihan minuman saat pagi hari bagi sebagian orang. Entah ditambahkan pemanis maupun tidak, tapi menenggak teh saat perut masih kosong bisa memicu gangguan kesehatan. 

Ahli gizi dari India Dr Rohini Patil, MBBS, mengatakan bahwa teh memang mengandung banyak antioksidan dan bisa meningkatkan kekebalan juga metabolisme tubuh. Tapi, minum teh saat perut kosong setiap pagi dapat memicu asam lambung dan merusak pencernaan.

Dia menjelaskan bahwa minum teh saat pagi hari dapat mempengaruhi pencucian bakteri dari mulut ke usus. Pada akhirnya dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan gangguan pencernaan yang menimbulkan rasa mulas. 

Itu sebabnya, ia menyarankan untuk alasan kuat untuk minum teh di pagi hari sambil makan sesuatu. 

Dikutip dari India Express, Patil mengungkapkan sejumlah efek samping lain dari minum teh saat pagi hari berikut ini:

1. Sakit kepala

Ilustrasi sakit kepala (Pexels/Kindel Media)
Ilustrasi sakit kepala (Pexels/Kindel Media)

Beberapa orang beralasan minum teh untuk menyegarkan pikiran. Tapi, jika perut masih kosong justru bisa sebabkan sakit kepala setelah mengonsumsinya. Patil menyarankan, minum lebih banyak air mineral sebelum tidur lebih dapat membantu ringankan sakit kepala.

2. Gangguan pencernaan dan dehidrasi

Minum teh saat perut kosong dapat membentuk gas dalam sistem pencernaan. Teh bersifat diuretik, sehingga menyebabkan tubuh terus-menerus buang air kecil. Jika tidak minum kembali bisa jadi tubuh hidrasi. Padahal tubuh sudah mengalami dehidrasi karena jam tidur di malam hari dan ketika minum teh di pagi hari setelah bangun, itu menyebabkan dehidrasi. Teofilin, zat kimia dalam teh, dapat memiliki efek dehidrasi pada koprolit, yang juga dapat menyebabkan konstipasi.

 3. Menghambat penyerapan nutrisi

Teh memiliki unsur yang disebut tanin, yang menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Selaij itu, kandungan kafein juga dapat mengurangi penyerapan nutrisi.

4. Keasaman

Teh mengganggu asam basa cairan lambung, dan keseimbangan basa, yang menyebabkan keasaman. Dengan refluks asam, tubuh bisa merasakan sakit di dada bagian bawah, yang disebut sebagai gerd. Gerd adalah bagian dari reaksi teh asam di perut. Menurut Patil, kondisi itu bisa dicegah dengan minum teh berbarengan dengan sarapan atau dengan camilan lain.

Atau konsumsi kacang sebelum minum teh. Bahkan dapat mengganti gula dengan jaggery, yang lebih sehat dan mengandung sejumlah vitamin dan mineral seperti fosfor, zat besi, magnesium, dan kalium. 

"Segelas air hangat bisa membuat Anda tetap sehat. Waktu terbaik untuk minum teh adalah sekitar jam 3 sore, karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah flu dan pilek,” saran Patil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringati HUT ke-77 Republik Indonesia, Main Dealer Yamaha Ikut Pecahkan Rekor MURI Minum Teh Mangrove

Peringati HUT ke-77 Republik Indonesia, Main Dealer Yamaha Ikut Pecahkan Rekor MURI Minum Teh Mangrove

Otomotif | Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:08 WIB

Racikan Asli Teh Rumahan Ala Indonesia Kini Hadir dalam Kemasan Siap Minum

Racikan Asli Teh Rumahan Ala Indonesia Kini Hadir dalam Kemasan Siap Minum

Press Release | Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:45 WIB

Minum 1.000 Gelas Teh Magrove, Warga Bengkulu Pecahkan Rekor MURI

Minum 1.000 Gelas Teh Magrove, Warga Bengkulu Pecahkan Rekor MURI

Sumsel | Rabu, 17 Agustus 2022 | 06:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB